Gunadarma University

Gunadarma University

Kamis, 26 Maret 2015

DEDUKTIF VS INDUKTIF

Nama: Bambang Triguna
NPM: 11112364
Kelas: 3KA09
  
DEDUKTIF VS INDUKTIF

Definisi
Deduktif dan induktif merupakan metode dalam penalaran atau logika. Sehingga keduanya sering disebut penalaran deduktif dan penalaran induktif.
Penalaran deduktif adalah penalaran atau pendekatan yang dimulai dari hal hal yang umum ke hal hal khusus atau dari general ke spesifik. Sedangkan penalaran induktif adalah kebalikan dari penalaran deduktif, yaitu dimulai dari hal hal yang khusus ke hal yang umum atau dari spesifik ke general. Dalam pendekatan deduktif kaidah bahasa disajikan terlebih dahulu sebelum contoh-contoh. Pendekatan induktif dalam pembelajaran gramatika adalah pendekatan yang menyajikan contoh-contoh terlebih dahulu sebelum kaidah bahasa.

Metode
1. Metode Deduktif
          Metode berpikir deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.
Metode deduktif dalam tahapan-tahapannya, sama dengan metode lain, yaitu:
1. Tahapan Sepekulasi (berasal dari bahasa latin “speculum/cermin”),
2. Tahapan Observasi dan klasifikasi,
3. Tahapan perumusan hipotesis.

2. Metode Induktif
            Metode berpikir induktif adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasi pengamatan empiric dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini panalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif.
Contoh: Dono mengenakan almamater sewaktu sidang skripsi, Dini mengenakan almamater sewaktu siding skripsi.
Kesimpulan: Semua mahasiswa mengenakan almamater ketika sidang skripsi.
Kelebihan dari metode induktif adalal sebagai berikut:
1. Metode induktif lebih dapat menemukan kenyataan yang kompleks yang terdapat dalam data.
2. Metode induktif lebih dapat membuat hubungan antara peneliti dengan responden menjadi eksplisit, dapat dikenal dan dipertimbangkan.
3. Metode induktif lebih dapat memberikan latar secara penuh dan dapat membuat keputusan-keputusan tentang dapat tidaknya pengalihan kepada latar lainnya.
4. Metode induktif lebih dapat menemukan pengaruh bersama yang mempertajam hubungan-hubungan.
5. Metode deduktif memperhitungkan nilai-nilai secara eksplisit sebagai bagian dari setuktur analitik.

Perbedaan
            Perbedaan dasar di antara keduanya dapat disimpulkan dari dinamika deduktif dengan progresi secara logis dari bukti-bukti umum kepada kebenaran atau kesimpulan yang khusus; sementara dengan induksi, dinamika logisnya justru sebaliknya. Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.
Penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum. Pada abad ke-19, Adams dan LeVerrier menerapkan teori Newton (prinsip umum) untuk mendeduksikan keberadaan, massa, posisi, dan orbit Neptunus (kesimpulan-kesimpulan khusus) tentang gangguan (perturbasi) dalam orbit Uranus yang diamati (data spesifik).