Gunadarma University

Gunadarma University

Sabtu, 30 Maret 2013

Manusia Dan Cinta Kasih


Manusia Dan Cinta Kasih


            Cinta merupakan perasaam suka, dan ketertarikan kepada sesuatu. Sedangkan kasih merupakan kelanjutan dari cinta yang berarti penaruhan rasa sayang dan peduli. Dengan demikian istilah cinta dan kasih merupakan sesuatu yang tidak dapt dipisahkan.
Cinta memiliki unsur unsur dasar, seperti pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pengasuhan contohnya dapat kita lihat dari seorang ibu yang senantiasa mencurahkan cinta, kasih dan sayangnya kepada anak anaknya dengan penuh keikhlasan dan sukarela. Tanggung jawab berarti seseorang siap dengan ikhlas menerima konsekwensi baik atau buruknya terhadap apa yang telah mereka perbuat untuk orang lain maupun dirinya, disini sangat mencerminkan rasa cinta yang begitu mendalam terhadap pihak lain, sebagaimana yang mereka lakukan adalah dengan penuh keikhlasan. Perhatian merupakan simpati dan empati yang ditujukan untuk orang lain atas dasar atau motif belas kasih. Pengenalan  merupakan usaha unuk mengetahui sesuatu tertentu yang belum seseorang dapati sebelumnya.
Cinta memiliki tingkatan tingkatan tertentu. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Tuhan, Rasulu, dan agama. Seperti contohnya cinta kepada Allah, Rasullulah dan nabi, dan rela mengorbankan segala apa yang seseorang untuk agamanya. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, suami / istri dan kerabat. Cinta pada tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, materi, dan tempat tinggal.
Cinta menurut ajaran agama. Istilah cinta dalam ajaran agama islam dikenal dengan istilah mahabbah yang berarti mencintai secara mendalam. Baik itu Cinta kepada diri sendiri agar senantiasa mendatangkan kebaikan dalam diri, mengembangkan potensi dalam diri dan bisa menjaga diri. Cinta kepada sesama merupakan hubungan timbal balik dari bentuk istilah habluminannas yang mana agar sesame manusia dapat saling bergandengan tangan, membuang ego masing masing dan sadar betul sebagai tercipta sebagai makhluk yang saling membutuhkan. Seperti contohnya memberiakan bantuan kepada sesame yang membutuhkan, sedekah, sumbangan dan lain lain. Selanjutnya adalah Cinta seksual, cinta seksual erat hubungannya dengan pernikahan, cinta seksual bertujuan untuk meneruskan keturunan dan membentuk perilaku perilaku baru terhadap generasi selanjutnya dari dua pihak, istri dan suami. Selanjutnya  Cinta kebapakan,  cinta kebapakan merupakan suatu bentuk perhatian dan rasa sayang seorang ayah untuk keluarganya, baik itu istri dan anak anaknya. Sang bapak bertanggung jawab penuh dalam pemenuhan kebutuhan bagi keluarga terutama perlindungan dan kecukupan materi. Dan yang terakhir adalah Cinta kepada Allah, religi merupakan unsur mendasar  setiap manusia, dimana tiap tiap agama memeiliki siapa yang mereka sembah. Cinta kepada Allah merupakan bentuk dari timbal balik dari ketaqwaan seseorang, dapat diimplementasikan dengan menjalankan dan menuruti perintah perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Rasa cinta dalam agam islam memiliki landasan yang telah diwahyukan. Salah satunya terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 165 yang artinya:
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, sangat besar cinta mereka kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”. 
Dari kutipan arti ayat tersebut dapat kita tafsirkan bahwa sebesar apapun cinta yang kita miliki, jangan sampai melebihi besar cinta kita kepada Allah.
Kasih sayang. Kasih sayang merupakan ketertarikan, perasaan suka, perasaan cinta dan perasaan sayang kepada seseorang contohnya. Kasih sayang merupakan tindak lanjut dari cinta, dan akhirnya kasih sayang akan menumbuhkan kebahagiaan. Contohnya adalah kasih sayang orang tua kepada anaknya. Setiap orang tua pasti memberikan nilai nilai moral kepada anaknya, mengenalakan mana yang buruk dan mana yang buruk kepada anaknya. Disini terjadi pendistribusian atau penyaluran nilai nilai dari orang tua yang bertindak aktif sedangkan anak bersikap pasif dan hanya menerima apa yang orang tuanya distribusikan. Ini merupakan proses pendoktrinan, pemberian sugesti sugesti dari orang tua ke anak untuk membentuk suatu kepribadian di dalam anak.
Kemesraan. Kemesraan merupakan hubungan yang sangat intim, dasar dan mendalam antara pria dan wanita. Biasanya ini terjadi pada titik dimana perasaan cinta dan asmara yang sudah sangat menggebu gebu. Kemesraan merupakan akibat tumbuhnya kasih sayang yang sangat mendalam.
Pemujaan. Pemujaan merupakan suatu ritual khusus dimana dilakukan rangkaian khusus dalam penyembahan Tuhannya. Seperti kita yang umat muslim maka kita seyogyanya menjalankan shalat lima waktu setiap hari sepanjang umur kita.
Belas kasihan. Belas kasihan merupakan perasaan cinta atau empati karena melihat seseorang menderita, dengan kata lain belas kasihan merupakan perasaan sayang atas dasar iba. Contohnya seorang lelaki yang masih lajang, kaya, mapan dan masih lajang mau menikahi seorang janda karena lelaki tersebut kasihan melihat janda tersebut kerepotan mengurusi anak-anaknya.
Cinta kasih erotis. Cinta kasih erotis merupakan perbuatan atau sebuah jalinan yang sangat intim yang dilakukan oleh pria dan wanita dimana semuanya atas kemauan berdua, dan tanpa paksaan.
            Dari uraian diatas dapat diketahuai, intinya cinta kasih merupakan suatu ketertarikan manusia dengan manusia, manusia dengan benda atau manusia dengan obyek lainnya yang begitu mendalam sehingga menumbuhkan perasaan suka, sayang, peduli dan memiliki dorongan kuat untuk tetap mempertahankannya. Telah disebutkan bahwa tingkatan cinta yang tertinggi adalah cinta kepada Tuhan. Karena ini merupakan kodrat semua manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan.
Orang tua senantiasa peduli dan penuh mencurahkan perasaan kasih sayangnya kepada anak-anaknya sejak kecil hingga pada batas usia tertentu. Dengan mengetahui kenyataan tersebut, ini akan memunculkan jiwa kewajiban seorang anak untuk membalas jasa orang tuannya.
Cinta akan sesama manusai memunculkan jiwa jiwa manusia yang sosialis senantiasa peduli terhadap sesame dan membuang jauh ego masing masing.
            Opini pribadi, cinta tumbuh dari ketertarikan kemudian rasa suka dan kemudian dari rasa cinta inilah muuncul rasa sayang yang sangat mendalam dan akhirnya menimbulkan keinginan kuat untuk tetap mempertahankannya. Dari beberapa sudut, cinta kasih memerlukan adanya pengorbanan. Contohnya pengorbanan waktu, pengorbanan diri sendiri, pengorbanan materi dan lain sebagainya. Namun mereka yang sudah benar benar merasa suka, cinta dan sayang terhadap sesuatu, beranggapan bahwa hal hal tersebut merupakan suatu investasi untuk menuju goal. Tapi tetap saja yang paling penting adalah cinta kasih pada tingkatan yang paling tinggi, yaitu cinta kepada Allah (Tuhan), karena ini bersifat mutlak dan berlaku umum dimana ini merpuakan kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Jumat, 22 Maret 2013

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan


Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

            Bicara tentang sastra tentu akan bicara pula tentang seni dan kejiwaan. Sastra memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kejiwaan manusia. Dalam mengilhami suatu sastra sesorang memerlukan penghayatan yang mendalam. Begitu pula sang kreator,untuk menghasilkan sebuah masterpiece , diperlukan penjiwaan yang tinggi sehingga pesan pesan yang mereka tanamkan pada karya karyanya, dapat sampai kepada pemirsa.
Suatu sastra yang dihasilkan seseorang, sangat dipengaruhi oleh kejiwaan seseorang tersebut. Sastra tercipta dari emosional emosional si penulis. Pemirsa yang mendalami betul suatu karya, akan larut ikut hanyut kedalam suatu karya yang mereka saksikan atau simak, sehingga mereka mengerti betul apa yang dimaksud penulis, bagaimana perasaan penulis ketika karya itu dibuat, dan apa yang ingin disampaikan penulis melalui karya sastranya.
Sastra merupakan seni. Yaitu merupakan sesuatu yang dititik beratkan pada keindahan, Setiap karya sastra memiliki penikmatnya sendiri sendiri. Baik puisi, dongeng, kidung, epos dan lain lain.
Sastra warisan budaya asli Indonesia cukup banyak. Contohnya mantra mantra, aji aji saat ritual tertentu. Mantra mantra dan aji aji merupakan karya sastra yang berbentuk lisan. Disampaikan terun temurun secara lisan, kalaupun ada sumber tertulisnya, pastilah itu sangat langka dan mungkin sudah hilang dimakan usia.
Mereka mereka yang mengerti betul mantra pun biasnya hanya mendengar dari orang orang dulu yang dianggap sesepuh, atau turun temurun warisan keluarga. Mereka yang meyakininya, konon suatu mantra memiliki daya supranatural tertentu, berhubungan dengan hal hal gaib, klenik dan lain lain.
Contoh lain sastra adalah prosa. Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk bahasa yang sifatnya bebas tidak terikat banyaknya baris, irama, rytme dan lain lain. Contoh prosa antara lain dongeng Malin Kundang, tetralogy lascar pelangai, sang pemimpi dan lain lain.
Contoh sastra yang lain adalah puisi. Puisi merupakan penuangan pikiran si pembuat ke dalam bentuk bahasa bahasa yang imajinatif dan penuh kiasan yang memiliki sifat utuh, kerap kali dibaca dengan penuh ekspresi, penggunaan deklamasi dan intonasi, serta penuh penghayatan, agar filosofi yang terkandung dapat ditangkap pemirsa. Contoh puisi yang cukup terkenal adalah “Aku” yang diciptakan oleh Chairil Anwar.
            Dari beberapa contoh sastra yang disebutkan, semuanya memiliki peminat peminatnya tersendiri. Tiap tiap peminat memiliki ketertarikan tersendiri terhadap bentuk karya sastra yang mereka gemari tersebut. Setiap karya karya sastra tersebut tercipta dari pemikiran imajinatif pengarangnya. Mereka masuk ke dalam fantasi mereka dan kemudian menuangkannya ke dalam tulisan tulisan dengan bahasa yang sesuai karakter karyanya. Namun tidak berlaku bagi “mantra mantra atau aji aji”. Mantra mantra tercipta dari hasil intuisi seseorang. Dalam tingakatan renungan yang tinggi seseorang tersebut seolah olah mendapatkan ilham atau wahyu berupa bisikan bisikan atau kata kata yang benar atau tidaknya masih kerap kali menimbulkan pro dan kontra. Mantra mantra tersebut sering dipakai saat upacara ritual ritual adat tertentu di kalangan tertentu, yang lambat laun mulai terkikis.
            Tanggapan pribadi saya, sastra tetaplah sastra, seni tetaplah seni. Banyak diluar sana yang memperdebatkan karya sastra. Seperti mantra mantra contohnya, menurut saya pribadi mantra mantra itu karya sastra yang benar benar orisinil dan asli terlahir dari kebudayaan bangsa Indonesia tersendiri. Di daerah saya (Cilacap) banyak anak anak kecil yang mengucapkan kalimat kalimat yang sebenarnya adalah peninggalan orang jaman dulu dan mengemasnya dalam Lagu Dolanan (Lagu Mainan). Mereka memang tidak tahu apa itu mantra dan apakah itu memang mantra, tapi ketika melihat mereka bermain bersama dengan sebayannya di tengah lapang, dan kemudian menyanyikan lagu lagu tersebut, menurut saya itu benar luar biasa. Ini budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikanm karya karya sastra yang mencerminkan bangsa Indonesia, asli dan orisinil dari Indonesia seyogyanya tetap dipertahankan.

Jumat, 15 Maret 2013

Prosesi Sedekah Laut Cilacap


Prosesi Sedekah Laut Cilacap

Setiap masyarakat di suatu tempat atau daerah tertentu pasti memiliki kebiasaan kebiasaan adat tertentu.  Terlebih di daerah daerah Indonesia, yang mana Negara Indonesia sendiri merupakan Negara kepulauan, tentunya ini berdampak lebih terhadap aktifitas kebudayaan. Distribusi kebudayaan dari asing, influence budaya asing terhadap budaya asli Indonesia, dan lain lain.
Kebudayaan kebudayaan asli suatu masyarakat tentunya telah terukir dengan sangat mendalam di setiap jiwa para anggota masyarakat tersebut, terlebih ketika suatu kelompok masyarakat tersebut memiliki akses yang kurang intens dan terbatas dengan dunia luar. Namun banyak pula yang kebudayaan kebudayaan asli suatu daerah tetap dipertahankan meski jaman telah berkembang secara pesat baik dalam bidang teknologi, intelektual individu, pola pikir, dan lain lain. Dan masyarakat menganggapnya sudah menjadi tradisi turun menurun. Salah satu contohnya adalah ritual Sedekah Laut atau ada beberapa yang menyebutnya larung sesaji ke laut. Di Cilacap Jawa Tengah contohnya. Acara atau prosesi tersebut dilaksanakan setiap bulan Muharam atau Sura pada hari Jumat Kliwon siang. Kegiatannya adalah menghanyutkan sesaji dan kepala kerbau ke laut untuk persembahan kepada Nayi Roro Kidul  yang mana  Nyai Roro Kidul diyakini masyarakat sekitar sebagai ratu penguasa pantai selatan. Segala penghidupan yang berasal dari laut mereka yakini atas campur tangan Nyai Roro Kidul. Oleh karena itu Nyai Roro Kidul sangat dihormati, persembahan persembahan sesaji itu diharap untuk mendapatkan ridho dan simpati dari Sang Ratu.
Beberapa hari sebelum prosesi dilakukan, biasanya pemerintah sudah memberikan wara wara dalam bentuk baliho atau sepanduk di jalan jalan kota Cilacap, sehubungan dengan waktu dan tempat diadakan, biasanya di pantai Teluk Penyu Cilacap. Pada satu hari sebelumnya, diadakan nyekar atau ziarah yang dilakukan oleh sesepuh atau pemimpin ritual di pulau Majethi dan dilanjutkan dengan pengambilan air suci di pulau tersebut, dimana pulau tersebut merupakan tempat tumbuhnya bunga Wijayakusuma. Malam harinya dilaksanakan tirakatan yang dilakukan oleh beberapa masyarakat dan sesepuh di pendopo kota dan dilanjutkan potong tumpeng, pembuatan sesaji, gunungan yang berbentuk rumah joglo, dan pernak pernik lainnya untuk prosesi larung sesaji besok harinya. Kesokan harinya sesaji, gunungan dan segala perlengakapan ritual lainnya dibawa menuju laut, dna kemudian dilarungkan atau dihanyutkan secara khidmat.
                Dari kegitan tersebut kita dapat mengamati, kegiatan tersebut dilakukan secara mendalam sebagai nilai nilai luhur yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarkat. Kegiatan tersebut merupakan bentuk suatu akulturasi nilai nilai keislaman masyarakat dengan keyakinan animisme-dinamisme dan hindu-budha jaman dulu. Nilai keislaman terdapat pada bacaan bacaan yang dilantunkan, serta shalawat juga kerap kali dilalntunkan, nilai animism-dinamisme dan hindu-budha terdapat pada proses pemakaian sesaji sesaji.
Kegiatan tersebut merupakan prosesi sakral dan mengandung nilai nilai kewajiban bagi kalangan masyarakat. Bila tidak dilangsungkan maka akan mendapat feedback tertentu. Acara tersebut dimulai sekitar tahun 1817 ketika pemerintahan Adipati Cakrawerdaya III, beberapa tahun sempat diberhentikan namun kembali diadakan kembali ketika kepemimpinan Bupati Poedjono sekitar tahun 1982. Dan akhirnya sampai sekarangpun prosesi tersebut rutin diadakan setiap bulan Muharam atau Sura. Sebenarnya prosesi tersebut juga sedikit menimbulkan pro dan kontra, terlebih bagi mereka mereka yang religious. Mereka menganggap prosesi tersebut menjadi sesuatu yang berbau akan syirik, yaitu menduakan Tuhan. Namun para masyarakat yang setia pada prosesi tersebut hanya menganggapnya angina lalu. Sekitar tahun 2011 pernh ada kejadian kapal meledak ketika acara sedekah laut, sedikitnya 17 orang penumpang kapal yang bermaksud menyaksikan menjadi korban. Namun kejadian itu tidak membatalkan prosesi  Ssedekah Laut.
                Saya asli orang Cilacap, menurut saya pribadi, kegiatan atau prosesi tersebut sudah mendarah daging bagi masyrakat kota Cilacap yang bertempat tinggal di sekitar pantai khususnya. Kalau kita bicara tentang keberlangsungan, sampai kapan acara tersebut akan dapat dipertahankan, kita dapat melihat pada latar belakang individual masing masing masyarakatnya dan arus pola pikir masyarakatnya. Dilihat dari latar belakang, kebanyakan penganut prosesi tersebut adalah mereka yang bertempat tinggal di sekitaran pantai, dan sebagian besar masyarakat Cilacap memang bermata pencaharian sebagai nelayan. Dilihat secara pola pikir, masyarakat sekarang tentunya sudah berpikir lebih, intelek, dan kritis. Seperti Bupati Cilacap sendir Tatto S. Pamuji, 100 persen mendukung acara tersebut, tetapi beliau lebih menekankan pada sisi entertainment . Acara yang bersifat sacral dapat dinikmati oleh baik kalangan masyrakat Cilacap sendiri atau orang luar Cilacapa atau bahkan luar negeri menjadi suatu acara yang mengasyikan. Dan ini bias berarti menambah income sendiri bagi kota Cilacap. Selama acara tersebut tidak mengakibatkan suatu hal yang buruk saya kira sah sah saja, terlebih acara seperti ini dapat membuat nama Kota saya sendiri terkenal dengan karakteristik kebudayaannya tersebut.