Manusia
Dan Cinta Kasih
Cinta merupakan perasaam suka, dan
ketertarikan kepada sesuatu. Sedangkan kasih merupakan kelanjutan dari cinta
yang berarti penaruhan rasa sayang dan peduli. Dengan demikian istilah cinta
dan kasih merupakan sesuatu yang tidak dapt dipisahkan.
Cinta memiliki
unsur unsur dasar, seperti pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan
pengenalan. Pengasuhan contohnya
dapat kita lihat dari seorang ibu yang senantiasa mencurahkan cinta, kasih dan
sayangnya kepada anak anaknya dengan penuh keikhlasan dan sukarela. Tanggung jawab berarti seseorang siap
dengan ikhlas menerima konsekwensi baik atau buruknya terhadap apa yang telah
mereka perbuat untuk orang lain maupun dirinya, disini sangat mencerminkan rasa
cinta yang begitu mendalam terhadap pihak lain, sebagaimana yang mereka lakukan
adalah dengan penuh keikhlasan. Perhatian
merupakan simpati dan empati yang ditujukan untuk orang lain atas dasar atau
motif belas kasih. Pengenalan merupakan usaha unuk mengetahui sesuatu
tertentu yang belum seseorang dapati sebelumnya.
Cinta
memiliki tingkatan tingkatan tertentu. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta
kepada Tuhan, Rasulu, dan agama. Seperti contohnya cinta kepada Allah,
Rasullulah dan nabi, dan rela mengorbankan segala apa yang seseorang untuk
agamanya. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara,
suami / istri dan kerabat. Cinta pada tingkat terendah adalah cinta yang lebih
mengutamakan cinta keluarga, kerabat, materi, dan tempat tinggal.
Cinta menurut ajaran agama. Istilah cinta dalam ajaran agama
islam dikenal dengan istilah mahabbah yang berarti mencintai secara mendalam.
Baik itu Cinta kepada diri sendiri
agar senantiasa mendatangkan kebaikan dalam diri, mengembangkan potensi dalam
diri dan bisa menjaga diri. Cinta
kepada sesama merupakan hubungan timbal balik dari bentuk istilah
habluminannas yang mana agar sesame manusia dapat saling bergandengan tangan,
membuang ego masing masing dan sadar betul sebagai tercipta sebagai makhluk
yang saling membutuhkan. Seperti contohnya memberiakan bantuan kepada sesame yang
membutuhkan, sedekah, sumbangan dan lain lain. Selanjutnya adalah Cinta seksual, cinta seksual
erat hubungannya dengan pernikahan, cinta seksual bertujuan untuk meneruskan
keturunan dan membentuk perilaku perilaku baru terhadap generasi selanjutnya
dari dua pihak, istri dan suami. Selanjutnya Cinta
kebapakan, cinta kebapakan
merupakan suatu bentuk perhatian dan rasa sayang seorang ayah untuk
keluarganya, baik itu istri dan anak anaknya. Sang bapak bertanggung jawab
penuh dalam pemenuhan kebutuhan bagi keluarga terutama perlindungan dan
kecukupan materi. Dan yang terakhir adalah Cinta
kepada Allah, religi merupakan unsur mendasar setiap manusia, dimana tiap tiap agama
memeiliki siapa yang mereka sembah. Cinta kepada Allah merupakan bentuk dari
timbal balik dari ketaqwaan seseorang, dapat diimplementasikan dengan
menjalankan dan menuruti perintah perintahnya dan menjauhi segala larangannya.
Rasa
cinta dalam agam islam memiliki landasan yang telah diwahyukan. Salah satunya
terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 165 yang artinya:
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, sangat besar cinta mereka kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”.
Dari kutipan arti ayat tersebut dapat kita tafsirkan bahwa sebesar apapun cinta yang kita miliki, jangan sampai melebihi besar cinta kita kepada Allah.
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, sangat besar cinta mereka kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”.
Dari kutipan arti ayat tersebut dapat kita tafsirkan bahwa sebesar apapun cinta yang kita miliki, jangan sampai melebihi besar cinta kita kepada Allah.
Kasih sayang. Kasih sayang merupakan ketertarikan, perasaan suka, perasaan cinta dan perasaan
sayang kepada seseorang contohnya. Kasih sayang merupakan tindak lanjut dari
cinta, dan akhirnya kasih sayang akan menumbuhkan kebahagiaan. Contohnya adalah
kasih sayang orang tua kepada anaknya. Setiap orang tua pasti memberikan nilai
nilai moral kepada anaknya, mengenalakan mana yang buruk dan mana yang buruk
kepada anaknya. Disini terjadi pendistribusian atau penyaluran nilai nilai dari
orang tua yang bertindak aktif sedangkan anak bersikap pasif dan hanya menerima
apa yang orang tuanya distribusikan. Ini merupakan proses pendoktrinan,
pemberian sugesti sugesti dari orang tua ke anak untuk membentuk suatu
kepribadian di dalam anak.
Kemesraan. Kemesraan merupakan hubungan yang sangat intim, dasar dan mendalam
antara pria dan wanita. Biasanya ini terjadi pada titik dimana perasaan cinta
dan asmara yang sudah sangat menggebu gebu. Kemesraan merupakan akibat
tumbuhnya kasih sayang yang sangat mendalam.
Pemujaan. Pemujaan merupakan
suatu ritual khusus dimana dilakukan rangkaian khusus dalam penyembahan
Tuhannya. Seperti kita yang umat muslim maka kita seyogyanya menjalankan shalat
lima waktu setiap hari sepanjang umur kita.
Belas kasihan. Belas kasihan merupakan perasaan cinta atau empati karena melihat
seseorang menderita, dengan kata lain belas kasihan merupakan perasaan sayang
atas dasar iba. Contohnya seorang lelaki yang masih lajang, kaya, mapan dan
masih lajang mau menikahi seorang janda karena lelaki tersebut kasihan melihat
janda tersebut kerepotan mengurusi anak-anaknya.
Cinta kasih erotis. Cinta kasih erotis merupakan perbuatan atau sebuah
jalinan yang sangat intim yang dilakukan oleh pria dan wanita dimana semuanya
atas kemauan berdua, dan tanpa paksaan.
Dari uraian diatas dapat diketahuai,
intinya cinta kasih merupakan suatu ketertarikan manusia dengan manusia,
manusia dengan benda atau manusia dengan obyek lainnya yang begitu mendalam
sehingga menumbuhkan perasaan suka, sayang, peduli dan memiliki dorongan kuat
untuk tetap mempertahankannya. Telah disebutkan bahwa tingkatan cinta yang
tertinggi adalah cinta kepada Tuhan. Karena ini merupakan kodrat semua manusia
sebagai makhluk ciptaan tuhan.
Orang tua senantiasa
peduli dan penuh mencurahkan perasaan kasih sayangnya kepada anak-anaknya sejak
kecil hingga pada batas usia tertentu. Dengan mengetahui kenyataan tersebut,
ini akan memunculkan jiwa kewajiban seorang anak untuk membalas jasa orang
tuannya.
Cinta akan sesama
manusai memunculkan jiwa jiwa manusia yang sosialis senantiasa peduli terhadap sesame
dan membuang jauh ego masing masing.
Opini pribadi, cinta tumbuh dari
ketertarikan kemudian rasa suka dan kemudian dari rasa cinta inilah muuncul
rasa sayang yang sangat mendalam dan akhirnya menimbulkan keinginan kuat untuk
tetap mempertahankannya. Dari beberapa sudut, cinta kasih memerlukan adanya
pengorbanan. Contohnya pengorbanan waktu, pengorbanan diri sendiri, pengorbanan
materi dan lain sebagainya. Namun mereka yang sudah benar benar merasa suka,
cinta dan sayang terhadap sesuatu, beranggapan bahwa hal hal tersebut merupakan
suatu investasi untuk menuju goal. Tapi tetap saja yang paling penting adalah
cinta kasih pada tingkatan yang paling tinggi, yaitu cinta kepada Allah (Tuhan),
karena ini bersifat mutlak dan berlaku umum dimana ini merpuakan kodrat manusia
sebagai makhluk ciptaan Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar