Gunadarma University

Gunadarma University

Jumat, 22 Maret 2013

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan


Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

            Bicara tentang sastra tentu akan bicara pula tentang seni dan kejiwaan. Sastra memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kejiwaan manusia. Dalam mengilhami suatu sastra sesorang memerlukan penghayatan yang mendalam. Begitu pula sang kreator,untuk menghasilkan sebuah masterpiece , diperlukan penjiwaan yang tinggi sehingga pesan pesan yang mereka tanamkan pada karya karyanya, dapat sampai kepada pemirsa.
Suatu sastra yang dihasilkan seseorang, sangat dipengaruhi oleh kejiwaan seseorang tersebut. Sastra tercipta dari emosional emosional si penulis. Pemirsa yang mendalami betul suatu karya, akan larut ikut hanyut kedalam suatu karya yang mereka saksikan atau simak, sehingga mereka mengerti betul apa yang dimaksud penulis, bagaimana perasaan penulis ketika karya itu dibuat, dan apa yang ingin disampaikan penulis melalui karya sastranya.
Sastra merupakan seni. Yaitu merupakan sesuatu yang dititik beratkan pada keindahan, Setiap karya sastra memiliki penikmatnya sendiri sendiri. Baik puisi, dongeng, kidung, epos dan lain lain.
Sastra warisan budaya asli Indonesia cukup banyak. Contohnya mantra mantra, aji aji saat ritual tertentu. Mantra mantra dan aji aji merupakan karya sastra yang berbentuk lisan. Disampaikan terun temurun secara lisan, kalaupun ada sumber tertulisnya, pastilah itu sangat langka dan mungkin sudah hilang dimakan usia.
Mereka mereka yang mengerti betul mantra pun biasnya hanya mendengar dari orang orang dulu yang dianggap sesepuh, atau turun temurun warisan keluarga. Mereka yang meyakininya, konon suatu mantra memiliki daya supranatural tertentu, berhubungan dengan hal hal gaib, klenik dan lain lain.
Contoh lain sastra adalah prosa. Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk bahasa yang sifatnya bebas tidak terikat banyaknya baris, irama, rytme dan lain lain. Contoh prosa antara lain dongeng Malin Kundang, tetralogy lascar pelangai, sang pemimpi dan lain lain.
Contoh sastra yang lain adalah puisi. Puisi merupakan penuangan pikiran si pembuat ke dalam bentuk bahasa bahasa yang imajinatif dan penuh kiasan yang memiliki sifat utuh, kerap kali dibaca dengan penuh ekspresi, penggunaan deklamasi dan intonasi, serta penuh penghayatan, agar filosofi yang terkandung dapat ditangkap pemirsa. Contoh puisi yang cukup terkenal adalah “Aku” yang diciptakan oleh Chairil Anwar.
            Dari beberapa contoh sastra yang disebutkan, semuanya memiliki peminat peminatnya tersendiri. Tiap tiap peminat memiliki ketertarikan tersendiri terhadap bentuk karya sastra yang mereka gemari tersebut. Setiap karya karya sastra tersebut tercipta dari pemikiran imajinatif pengarangnya. Mereka masuk ke dalam fantasi mereka dan kemudian menuangkannya ke dalam tulisan tulisan dengan bahasa yang sesuai karakter karyanya. Namun tidak berlaku bagi “mantra mantra atau aji aji”. Mantra mantra tercipta dari hasil intuisi seseorang. Dalam tingakatan renungan yang tinggi seseorang tersebut seolah olah mendapatkan ilham atau wahyu berupa bisikan bisikan atau kata kata yang benar atau tidaknya masih kerap kali menimbulkan pro dan kontra. Mantra mantra tersebut sering dipakai saat upacara ritual ritual adat tertentu di kalangan tertentu, yang lambat laun mulai terkikis.
            Tanggapan pribadi saya, sastra tetaplah sastra, seni tetaplah seni. Banyak diluar sana yang memperdebatkan karya sastra. Seperti mantra mantra contohnya, menurut saya pribadi mantra mantra itu karya sastra yang benar benar orisinil dan asli terlahir dari kebudayaan bangsa Indonesia tersendiri. Di daerah saya (Cilacap) banyak anak anak kecil yang mengucapkan kalimat kalimat yang sebenarnya adalah peninggalan orang jaman dulu dan mengemasnya dalam Lagu Dolanan (Lagu Mainan). Mereka memang tidak tahu apa itu mantra dan apakah itu memang mantra, tapi ketika melihat mereka bermain bersama dengan sebayannya di tengah lapang, dan kemudian menyanyikan lagu lagu tersebut, menurut saya itu benar luar biasa. Ini budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikanm karya karya sastra yang mencerminkan bangsa Indonesia, asli dan orisinil dari Indonesia seyogyanya tetap dipertahankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar