Konsepsi
Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan
Bicara tentang sastra tentu akan
bicara pula tentang seni dan kejiwaan. Sastra memiliki hubungan yang sangat
dekat dengan kejiwaan manusia. Dalam mengilhami suatu sastra sesorang
memerlukan penghayatan yang mendalam. Begitu pula sang kreator,untuk
menghasilkan sebuah masterpiece , diperlukan penjiwaan yang tinggi sehingga
pesan pesan yang mereka tanamkan pada karya karyanya, dapat sampai kepada
pemirsa.
Suatu
sastra yang dihasilkan seseorang, sangat dipengaruhi oleh kejiwaan seseorang
tersebut. Sastra tercipta dari emosional emosional si penulis. Pemirsa yang
mendalami betul suatu karya, akan larut ikut hanyut kedalam suatu karya yang
mereka saksikan atau simak, sehingga mereka mengerti betul apa yang dimaksud
penulis, bagaimana perasaan penulis ketika karya itu dibuat, dan apa yang ingin
disampaikan penulis melalui karya sastranya.
Sastra
merupakan seni. Yaitu merupakan sesuatu yang dititik beratkan pada keindahan,
Setiap karya sastra memiliki penikmatnya sendiri sendiri. Baik puisi, dongeng,
kidung, epos dan lain lain.
Sastra
warisan budaya asli Indonesia cukup banyak. Contohnya mantra mantra, aji aji
saat ritual tertentu. Mantra mantra dan aji aji merupakan karya sastra yang
berbentuk lisan. Disampaikan terun temurun secara lisan, kalaupun ada sumber
tertulisnya, pastilah itu sangat langka dan mungkin sudah hilang dimakan usia.
Mereka
mereka yang mengerti betul mantra pun biasnya hanya mendengar dari orang orang
dulu yang dianggap sesepuh, atau turun temurun warisan keluarga. Mereka yang
meyakininya, konon suatu mantra memiliki daya supranatural tertentu,
berhubungan dengan hal hal gaib, klenik dan lain lain.
Contoh
lain sastra adalah prosa. Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk bahasa yang
sifatnya bebas tidak terikat banyaknya baris, irama, rytme dan lain lain.
Contoh prosa antara lain dongeng Malin Kundang, tetralogy lascar pelangai, sang
pemimpi dan lain lain.
Contoh
sastra yang lain adalah puisi. Puisi merupakan penuangan pikiran si pembuat ke
dalam bentuk bahasa bahasa yang imajinatif dan penuh kiasan yang memiliki sifat
utuh, kerap kali dibaca dengan penuh ekspresi, penggunaan deklamasi dan
intonasi, serta penuh penghayatan, agar filosofi yang terkandung dapat
ditangkap pemirsa. Contoh puisi yang cukup terkenal adalah “Aku” yang
diciptakan oleh Chairil Anwar.
Dari beberapa contoh sastra yang
disebutkan, semuanya memiliki peminat peminatnya tersendiri. Tiap tiap peminat
memiliki ketertarikan tersendiri terhadap bentuk karya sastra yang mereka
gemari tersebut. Setiap karya karya sastra tersebut tercipta dari pemikiran
imajinatif pengarangnya. Mereka masuk ke dalam fantasi mereka dan kemudian
menuangkannya ke dalam tulisan tulisan dengan bahasa yang sesuai karakter
karyanya. Namun tidak berlaku bagi “mantra mantra atau aji aji”. Mantra mantra
tercipta dari hasil intuisi seseorang. Dalam tingakatan renungan yang tinggi
seseorang tersebut seolah olah mendapatkan ilham atau wahyu berupa bisikan
bisikan atau kata kata yang benar atau tidaknya masih kerap kali menimbulkan
pro dan kontra. Mantra mantra tersebut sering dipakai saat upacara ritual
ritual adat tertentu di kalangan tertentu, yang lambat laun mulai terkikis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar