Gunadarma University

Gunadarma University

Kamis, 04 April 2013

Manusia Dan Keindahan


Manusia Dan Keindahan

Keindahan berkaitan erat dengan pengindraan, jiwa, dan suasana seseorang. Keindahan berasal dari kata indah yang artinya sesuatu itu memiliki suatu nilai yang bagus, cantik, elok dan sebagainya.
Keindahan lebih dapat dinikmati ketika hal itu berhubungan dengan suatu obyek atau benda yang berbentuk nyata. Penilaian itu dapat dengan mudah diputuskan apakah suatu benda yang kita lihat secara lahiriah itu memiliki niai keindahan atau tidak, karena keindahan itu mempunyai daya tarik kepada siapa yang menyaksikan atau merasakan langsung bentuk keindahan tersebut.
Namun, keindahan juga bias berarti untuk obyek yang bersifat abstrak. Keindahan itu kerap berhubungan dengan sesuatu yang memiliki nilai kebenaran. Misalnya seseorang yang mimiliki watak yang baik akan senantiasa berbuat baik pula. Dalam hal ini watak memiliki keindahan, sementara watak merupakan hal yang abstrak. Keindahannya itu dapat dilihat dari implementasi kebaikan dan kebenaran watak tersebut dalam perilaku seseorang tersebut.
Keindahan dapat mencakup hal yang seluas luasnya, disini berarti sesuatu memiliki keindahan yang bersifat alamiah dan lebih kepada bagian dari anugrah Tuhan. Contoh keindahan yang seluas-luasnya adalah keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan intelektual.
Keindahan adalah nilai estetik. Nilai sendiri berarti sesuatu yang datangnya dari psikologis manusia. Keindahan disebut nilai estetik karena keindahan tentang sesuatu itu datangnya dari jiwa dan psikologis seseorang bukan dari obyek atau benda yang dilihat. Obyek atau benda yang terlihat tersebut selanjutnya menjadi pertimbangan dan akhirnya keluarlah penilaian apakah memiliki keindahan atau tidak.
Keindahan memiliki nilai interinsik dan eksterinsik. Nilai eksterinsik cendrung mengarah kepada bentuk suatu benda yang mengandung keindahan tersebut. Sedangkan nilai interinsik mengarah kepada apa yang ada dalam benda yang mengandung keindahan tersebut. Jadi nilai eksterinsik itu bersifat tersurat sedangkan niali interinsik itu bersifat tersirat. Contoh lagu, bentuk lagu termasuk di dalamnya penggunaan lirik dan bahasa merupakan nilai eksterinsik yang mana setiap orang dapat mengetahuinya karena itu bersifat nyata. Sedangkan pesan yang terkandung dalam lagu tersebut merupakan nilai interinsik karena pesan itu tidak disampaikan secara langsung.
            Keindahan bisa saja gratis dinikmati atau pula kita membutuhkan pengorbanan untuk dapat menikmatinya. Tapi intinya tetap saja, keindahan dinikmati untuk mendapat kepuasan, hiburan, menentramkan jiwa dan lain sebagainya. Tidak semua orang beranggapan sama dalam menilai keindahan. Ketika satu orang menganggap sesuatu indah belum tentu menurut orang lain juga indah. Keindahan yang berhubungan dengan kebenaran seperti contoh yang telah disebutkan diatas mengenai watak manusia maksudnya adalah ketika seseorang melihat orang lain berbuat baik kepada sesamanya maka dengan seseorang yang melihat tersebut langsung berasumsi bahwa orang yang berbuat baik itu memiliki watak yang indah. Namun belum tentu juga menurut orang yang lainnya, bisa saja orang yang lainnya berpikiran berbeda karena alasan alasan tertentu.
            Menurut saya, keindahan itu berkaitan erat dengan psikologis dan suasana siapa yang menilainya. Selera tiap tiap manusia tentunya berbeda, meskipun kerap kali ada banyak orang yang menganggap sesuatu indah tapi belum tentu penilaian keindahannya itu jatuh pada sisi yang sama. Suasana dan kondisi juga mempengaruhi. Sesuatu dianggap indah manakala suasana hati seseorang itu sedang bagus. Ketika suasana hati sedang kurang bagus, tidak dapat dipungkiri sesuatu yang biasanya kita anggap indah berubah menjadi sesuatu yang sangat tidak menarik, membosankan dan lan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar