Manusia
Dan Kegelisahan
Kegelisahan merupakan suatu kondisi
dimana seseorang merasa tidak tentram hatinya, tidak tenang pikirannya,
perasaan cemas dan khawatir yang berkecamuk, biasanya disertai dengan jantung
yang berdebar debar. Seseorang yang sedang gelisah biasanya ditunjukan dengan
ekspresi wajah atau gerak geriknya. Ada terlihat murung, berjalan mondar
mandir, atau ada pula yang melamun. Kegelisahan merupakan hal yang wajar
dialami seseorang. Itu muncul ketika seseorang memikirkan tentang sesuatu hal,
baik hal yang dihadapi dirinya maupun hal yang dihadapi orang lain. Pada titik
kegelisahan yang tinggi, ini dapat menyebabkan seseorang depresi. Terlebih ketika
hal yang digelisahkan merupakan hal yang sangat intim baginya. Seperti contohnya
dalam lingkup keluarga, kelangsungan hidup, dan lain lain. Contohnya
kegelisahan seorang ayah ketika anaknya masuk rumah sakit. Segala sesuatunya
pasti dipikirkan oleh sang ayah tersebut. Bukan hanya memikirkan biaya
berobatnya tapi juga kesembuhannya.
Kegelisahan memang kerap muncul
dalam kehidupan sehari hari, baik menghadapi sesuatu yang sebenarnya sudah
dipersiapkan matang sebelumnya apalagi pada hal yang benar benar tidak diduga
sama sekali. Seperti contoh diatas yaitu seorang ayah yang anaknya sedang
sakit. Sakit merupakan salah satu hal yang datangnya tidak di duga. Ayah tersebut
pasti spontan merasa gelisah, cemas, dan khawatir. Terlebih ketika misalnya
ayah tersebut sedang tidak memiliki biaya untuk membawa ke rumah sakit. Pastilah
muncul segala bayangan kemungkinan kemungkinan yang tidak diinginkan. Merasa kebingungan
pula bagaimana mendapatkan pinjaman biaya untuk berobat anaknya. Setelah mendapat
biaya pun, ayah tersebut pasti tetap masih gelisah memikirkan bagaimana kah
penyakit anaknya, dan bagaimana kesembuhannya.
Menurut saya, kegelisahan itu hal
yang lumrah. Hal yang paling penting dipahami adalah bagaimana menanggapi
kegelisahan terhadap sesuatu yang tengah terjadi pada seseorang tersebut. Hati memang
tidak dapat dibohongi ketika sedang gelisah, tetapi yang terpenting adalah hati
itu harus tetap tenang. Sebisa mungkin kita tidak tegang dalam menghadapinya. Pikiran
tegang yang berlebihan bisa bisa malah membuat menjadi depresi. Kita hrus tetap
rileks agar pikiran kita tetap jernih dan tidak berprasangka yang tidak tidak. Semuanya
pasti ada jalan keluar, baik atau buruk yang kita temui nanti, harus sudah kita
persiapkan untuk menerimanya. Jangan terlalu larut menghadapi sesuatu, yang
penting kita tetap harus focus. Prioritaskan apa yang benar benar memang perlu
diprioritaskan, kesampingkan hal yang lain dulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar