Manusia
Dan Tanggung Jawab
Tanggung jawab pada dasarnya adalah
sikap dimana seseorang siap menerima segala konsekwensi, akibat ataupun
feedback atas apa yang telah dilakukan atau diperbuat sebelumnya, baik itu atas
tindakannya ataupun atas ucapannya. Tanggung jawab dapat sebagai pencerminan
kedewasaan dan keseiusan seseorang. Tanggung jawab juga merupakan suatu bentuk
komitmen, dengan penuh kesadaran seseorang melakukan sesuatu atas keterikatan,
perjanjian dan perannya. Contohnya sesorang ayah dalam keluarga. Ayah merupakan
kepala keluarga yang mempunyai tanggung jawab penuh dalam menjaga, memenuhi
kebutuhan, dan pencurahan kasih sayangnya di samping sang ibu. Disini tanggung
jawab ayah merupakan kewajiban sang ayah. Maka tidak salah pula bila ada yang
mengkorelasikan antara tanggung jawab dan kewajiban.
Ayah yang bertanggung jawab pasti
sebisa mungkin melakukan tindakan sesuai dengan perannya. Tidak lain semuanya
dilakukan untuk menciptakan kesejahteraan keluarga. Bukan saja memenuhi kebutuhan
secara materi, ayah juga harus bisa memenuhi kebutuhan imateril, seperti kasih sayang,
kepedulian dan keadilan. Disamping itu seorang anak pun harus memiliki rasa
tanggung jawab dimana perannya sebagai anggota keluarga. Seorang anak harus bisa
menjalankan kewajibannya, yaitu mematuhi dan mendengarkan perintah dan kata
kata orang tua, dan berkewajiban pula belajar yang mana ketika si anak katakanlah
masih sebagai pelajar. Dan ketika anak tersebut tidak mematuhi atau menjalankan
apa kewajibannya tersebut, maka si anak akan mendapat konsekwensi dari apa yang
dilakukannya. Jika anak tersebut memang benar benar sudah bisa bertanggung
jawab, maka pasti dengan segala kesadarnnya anak tersebut akan mengakui
kesalahannya dan menerima segala akibat dari ketidakpatuhannya itu.
Menurut saya, tanggung jawab itu
merupakan sesuatau yang mendasar dalam terciptanya suatu kehidupan yang
harmonis, rukun dan sejahtera dalam berbagai aspek kehidupan. Jika semua elemen
masyarakat sudah memiliki rasa tanggung jawab yang penuh akan kewajiban, peran
dan amanat yang telah diberikan, pastilah akan timbul ketertiban dalam ruang
lingkupnya masing masing. Terlebih dalam kehidupan bermasyarakat yang luas
seperti halnya antara pemerintah dan masyarakat. Dewasa ini jika terjadi
sesuatu seperti banjir lah, kebakaran lah, kemacetan lah, masyarakat selalu
menyalahkan pemerintah. Harusnya mereka dapat intropeksi diri lah, renungi apa
yang telah diperbuat, toh itu semua kebanyakan adalah hasil apa yang telah
masyarakat perbuat. Seperti banjir akibat membunag sampah sembarangan,
kemacetan akibat gengsi dan ingin menunjukan kelas sosialnya dengan membawa
kendaran pribadi, dan lain lain. Semoga ke depannya masyarakat negeri yang
tercinta ini lebih dapat bertanggung jawab, dan lebih berorientasi jangka
panjang, toh semuanya itu untuk menciptakan kehidupan yang jauh lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar