Manusia
Dan Harapan
Harapan merupakan sesuatu yang
diinginkan atau didambakan seseorang namun sifatnya tidak terlalu berlebihan.
Harapan berorientasi adanya perkembangan menuju strata yang lebih baik dalam
suatu hal. Setiap manusia pasti memiliki harapan, baik untuk dirinya sendiri,
orang lain, ataupun suatu obyek lain. Orang yang tidak mempunyai harapan
berarti orang tersebut adalah orang yang putus asa, tidak mau berusaha dan
cendrung pemalas. Karena seperti halnya cita cita, harapan pun harus disertai
usaha dan do’a. Dari contoh yang paling sederhana saja misalnya harapan seorang
anak agar bisa menjadi sesuai apa yang diinginkan orang tuanya. Disini berarti
ada dua “harapan” yang dinginkan, yaitu harapan anak dan harapan orang tua yang
saling berkorelasi. Harapan anak tersebut terkait erat dengan harapan orang
tua.
Ketika seorang anak mempunyai
harapan akan menjadi seperti yang orang tuanya harapkan, berarti anak tersebut
akan bertindak sesuai apa yang orang tuanya inginkan sehingga harapan dirinya
dan orang tuanya terwujudkan. Disini memungkinkan orang tua dan anak akan
saling bekerja sama. Orang tua akan selalu berusaha membimbing, mengarahkan,
mendorong dan senantiasa berdoa agar anaknya sesuai dengan harapan mereka, dan
si anak pun senantiasa selalu mendengarkan apa petuah petuah orang tuanya dan
berusaha agar harapan orang tuanya bisa terwujud, disertai dengan do’a juga
tentunya. Jika harapan orang tua telah terwujud berarti harapan anak tersebut
pun terwujud, karena dari awal si anak berharap bisa menjadi seseorang yang
diharapkan orang tuanya, atau bisa dikatakan harapan anak dan orang tuanya
sama.
Menurut saya, harapan merupakan
sesuatu yang sifatnya mendasar. Dengan adanya harapan berarti seorang manusia
senantiasa berfikir maju dan berorientasi masa depan. Harapan bisa dibilang hal
hal penunjang terwujudnya cita cita, jika semua harapan sudah terpenuhi,
insyalloh semakin dekat pula terwujudnya cita cita seseorang. Seperti yang
telah disampaikan diatas, harapan dapat terwujud jika kita selalu berusaha dan
berdo’a secara optimal dan tidak mudah putus asa. Manusia yang tidak mempunyai
harapan tidak akan dianggap atau dipandang orang lain di tengah tengah
masyarakat, oleh karena itu sesulit apa pun kondisi dan situasi seseorang,
hendaknya tetap punya harapan, tidak boleh langsung pasrah begitu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar