Manusia
Dan Penderitaan
Kata "penderitaan" dilihat secara mendasar dapat diartikan sebagai menganggung beban atau sesuatu yang mengakibatkan merasakan hal tidak
menyenangkan. Ringan atau berat suatu penderitaan itu berbeda beda menurut
orang yang lain. Ada orang yang menanggap suatu penderitaan itu sangat berat
dirasakan tetapi mungkin berbeda kadarnya ketika penderitaan yang sama itu
dirasakan oleh orang yang berbeda. Setiap penderitaan membawa efek yang berbeda
beda tiap manusia. Ada yang menjadikannya sebagai motivasi, da nada juga yang
menjadikannya sebagai karma dari tuhan.
Besar
atau kecil penderitan, setiap orang pasti akan merasakannya, dan itulah yang
namanya hidup, tidak semuanya berjalan menyenangkan sesuai apa yang diinginkan.
Penderitaan dapat menimpa siapa saja tidak memandang status, kelas social, agama,
ras dan lain lain. Hakikatnya semua pendeitaan berasal atas dari tuhan, baik
berupa ujian atau cobaan. Itu tidak lebih untuk menguji dan menegur manusia. Contohnya
orang yang sehari harinya udah terbiasa
berbuat baik, berkepribadian mulia pun tak luput dari ujian, secara
gampangnya ujian disini dimaksudkan untuk melihat apakah manusia yang diberi
ujian oleh tuhan itu akan tetap berkepribadian baik seperti sebelumnya atau
akan berbalik arah justru ingkar kepadaNya.
Tidak dapat dipungkiri banyak orang
yang lebih memilih jaln pintas ketika menanggung penderitaan yang mereka rasa
itu diluar kemampuan mereka. Nah disinilah pemikiran yang salah itu. Mungkin hamper
semua orang juga mengetahui kalau tuhan tidak mungkin memberikan ujian dan
cobaannya diluar dari kemampuan manusia tersebut. Memang berat mempertahankan
doktrin seperti itu, tapi kalau kita yakin, pasti kita bisa melewati.
Penderitaan kerap dirasa lebih berat ketika penderitaan itu berhubungan dengan
kejiwaan seseorangm bukan ragawi. Frustasi dan depresi kerap melanda. Tidak sedikit
yang akhirnya malah bertindak sangat jauh, seperti mengakhiri hidup contohnya. Seharusnya
dari setiap penderitaan yang ditemui seseorang, seseorang tersebut harusnya
membuat semua itu menjadi bahan intropeksi diri untuk membangun pribadi yang
lebih baik ke depannya. Kurang baik apakah kita di mata orang lain, kurang baik
apakah kita di mata tuhan akan dapat dapat ditemukan melalui proses intropeksi
dan perenungan ini. Jika kita sudah melakukan hal hal seperti itu, sekarang
tinggal serahkan saja semuanya kepada sang pencipta.
Menurut saya, semua penderitaan itu
ada penyebabnya. Atau lebih tepatnya mungkin penderitaan itu adalah hasil yang
kita tuai dari kesalahan yang kita tanam. Ya, Allah itu maha adil, jika kita
berbuat tidak baik kepada yang lain maka kita pun akan mendapat balasannya,
baik itu di dunia langsung atau nanti ketika kita sudah dipanggilNya. Sangat diperlukan
mental yang kuat ketika menghadapi sebuah penderitaan. Sebisa mungkin seseorang
harus tetap tabah dan tenang. Yakinlah semua ini sudah ada yang mengatur dan
semua orang pun pasti merasakannya, ya walaupun penderitaannya berbeda beda. Para
nabi yang jelas jelas mereka adalah kaum kaum golongan soleh pun mereka tetap
saja mendapat penderitaan. Ya, penderitaan mereka dalam bentuk ujian,
penderitaan kepada mereka datangnya bukan karena kesalahan melainkan untuk
menguji dan mencoba sejauh mana tingkat keikhlasan mereka ketika mendapati
penderitaan tersebut.
Jadi seseorang tidak
perlu lah berputus asa, semuanya pasti ada jalannya asal kita yakin, mau
berusaha dan serahkan saja semuanya padaNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar