Gunadarma University

Gunadarma University

Jumat, 12 April 2013

Manusia Dan Penderitaan


Manusia Dan Penderitaan

            Kata "penderitaan" dilihat secara mendasar dapat diartikan sebagai menganggung beban atau sesuatu yang mengakibatkan merasakan hal tidak menyenangkan. Ringan atau berat suatu penderitaan itu berbeda beda menurut orang yang lain. Ada orang yang menanggap suatu penderitaan itu sangat berat dirasakan tetapi mungkin berbeda kadarnya ketika penderitaan yang sama itu dirasakan oleh orang yang berbeda. Setiap penderitaan membawa efek yang berbeda beda tiap manusia. Ada yang menjadikannya sebagai motivasi, da nada juga yang menjadikannya sebagai karma dari tuhan.
Besar atau kecil penderitan, setiap orang pasti akan merasakannya, dan itulah yang namanya hidup, tidak semuanya berjalan menyenangkan sesuai apa yang diinginkan. Penderitaan dapat menimpa siapa saja tidak memandang status, kelas social, agama, ras dan lain lain. Hakikatnya semua pendeitaan berasal atas dari tuhan, baik berupa ujian atau cobaan. Itu tidak lebih untuk menguji dan menegur manusia. Contohnya orang yang sehari harinya udah terbiasa  berbuat baik, berkepribadian mulia pun tak luput dari ujian, secara gampangnya ujian disini dimaksudkan untuk melihat apakah manusia yang diberi ujian oleh tuhan itu akan tetap berkepribadian baik seperti sebelumnya atau akan berbalik arah justru ingkar kepadaNya.

            Tidak dapat dipungkiri banyak orang yang lebih memilih jaln pintas ketika menanggung penderitaan yang mereka rasa itu diluar kemampuan mereka. Nah disinilah pemikiran yang salah itu. Mungkin hamper semua orang juga mengetahui kalau tuhan tidak mungkin memberikan ujian dan cobaannya diluar dari kemampuan manusia tersebut. Memang berat mempertahankan doktrin seperti itu, tapi kalau kita yakin, pasti kita bisa melewati. Penderitaan kerap dirasa lebih berat ketika penderitaan itu berhubungan dengan kejiwaan seseorangm bukan ragawi. Frustasi dan depresi kerap melanda. Tidak sedikit yang akhirnya malah bertindak sangat jauh, seperti mengakhiri hidup contohnya. Seharusnya dari setiap penderitaan yang ditemui seseorang, seseorang tersebut harusnya membuat semua itu menjadi bahan intropeksi diri untuk membangun pribadi yang lebih baik ke depannya. Kurang baik apakah kita di mata orang lain, kurang baik apakah kita di mata tuhan akan dapat dapat ditemukan melalui proses intropeksi dan perenungan ini. Jika kita sudah melakukan hal hal seperti itu, sekarang tinggal serahkan saja semuanya kepada sang pencipta.
            Menurut saya, semua penderitaan itu ada penyebabnya. Atau lebih tepatnya mungkin penderitaan itu adalah hasil yang kita tuai dari kesalahan yang kita tanam. Ya, Allah itu maha adil, jika kita berbuat tidak baik kepada yang lain maka kita pun akan mendapat balasannya, baik itu di dunia langsung atau nanti ketika kita sudah dipanggilNya. Sangat diperlukan mental yang kuat ketika menghadapi sebuah penderitaan. Sebisa mungkin seseorang harus tetap tabah dan tenang. Yakinlah semua ini sudah ada yang mengatur dan semua orang pun pasti merasakannya, ya walaupun penderitaannya berbeda beda. Para nabi yang jelas jelas mereka adalah kaum kaum golongan soleh pun mereka tetap saja mendapat penderitaan. Ya, penderitaan mereka dalam bentuk ujian, penderitaan kepada mereka datangnya bukan karena kesalahan melainkan untuk menguji dan mencoba sejauh mana tingkat keikhlasan mereka ketika mendapati penderitaan tersebut.
Jadi seseorang tidak perlu lah berputus asa, semuanya pasti ada jalannya asal kita yakin, mau berusaha dan serahkan saja semuanya padaNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar