Manusia
Dan Pandangan Hidup
Pandangan hidup bisa diartikan opini,
persepsi yang digunakan seseorang sebagai patokan, pegangan, pedoman yang
menjadi arah manusia tersebut dalam berkehidupan di dunia ini. Pandangan hidup
seseorang biasanya mulai tumbuh pada usia usia tertentu, seiring dengan
menginjaknya usia dewasa. Pandangan hidup muncul atas kemauan dari dalam diri manusia
itu sendiri sebagai hasil pengalaman hidup, dari situlah manusia akan mencerna
dan menilai sesuatu yang disaksikan atau ditemuinya. Kerap kali terjadi perbedaan
pandangan dalam kehidupan ini. Seperti contohnya orang tua yang ngotot
memaksakan anaknya untuk menjadi dokter, sehingga orang tuanya memaksa agar si
anak berkuliah dan mengambil kedokteran. Sementara si anak mempunyai minat pada
bidang komputer, dia ingin ingin mengambil ilmu komputer. Menurut orang tuanya,
peluang karir sebagai dokter sangat bagus, sementara menurut anak, peluang
karir di dunia komputer lah yang memiliki prospek paling bagus di masa yang
akan datang.
Dari contoh diatas dapat dilihat
perbedaan pandangan yang sangat mencolok antara orang tua dan anak. Seharusnya orang
tua lebih dapat menghargai pilihan si anak. Si anak lah yang akan menjalaninya,
orang tua seharusnya mendukung pilihan si anak, mencukupi kebutuhan mater dan
imateri si anak. Tidak jarang perbedaan pandangan dalam menyikapi sesuatu kerap
terjadi konflik. Semua pihak menanggap pandangannya lah yang paling benar, dan
bagi mereka orang orang yang berfikiran tertutup bahkan hal seperti ini bisa
menjadi konflik fisik. Seseorang akan memperjuangkan sekuat mungkin pandangan
hidupnya itu. Dan bisa saja akhirnya menumbuhkan sifaf kefanatikan yang kuat. Pandangan
hidup yang baik pasti akan diteladani oleh orang banyak, terlebih ketika
bermanfaat untuk membangun kepribadian baik masyarakat luas.
Menurut saya, pandangan hidup itu
hak masing masing pribadi seseorang. Selama itu tidak merugikan pihak tertentu,
menurut saya sah sah saja. Diperlukan kerjasama dengan orang sekitar agar orang
sekitar tersebut dapat memahami, menghargai dan memberi toleransi lebih
terhadap bagaimana pandangan seseorang. Tiap seseorang memiliki alasan terhadap
pandangan hidupnya, tentu saja menurut orang tersebut pandangannya lah
tersebutlah itu yang paling baik. Pandangan hidup itu berorientasi ke masa
depan, merupakan suatu cita cita, jadi sangat diperlukan persiapan dan bekal
yang cukup untuk menunjangnya. Pandangan hidup pribadi harus konsisten,
memiliki imunitas terhadap orang lain, namun orang lain berhak meluruskan
pandangan hidup seseorang apa bila dirasa kurang pas dalam kehidupan
bermasyarakat..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar