Nama: Bambang Triguna
NPM: 11112364
Kelas: 2KA09
KOMUNIKASI
A.
Pengertian
Komunikasi
Komunikasi
atau dalam bahasa inggrisnya Communication, menurut asal katanya berasal dari
bahasa latin yaitu Communicatio. Komunikasi adalah suatu proses ketika
seseorang atau kelompok masyarakat menggunakan informasi agar terhubung dengan
lingkungannya. Pada umumnya, komunikasi terjadi secara lisan atau verbal.
Komunikasi dapat terjadi jika ada persamaan antara penyampaian pesan dengan
orang yang menerima pesan. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau
verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa
verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan
dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya
tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut
komunikasi nonverbal.
·
Pengertian
Komunikasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI terbitan Balai Pustaka,
2002), komunikasi adalah:
1.
Pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang
dimaksud dapat dipahami, hubungan, kontak.
2. Perhubungan.
·
Pengertian
Komunikasi Menurut Para Ahli
1. Carl I. Hovland
Hovland berpendapat
mengenai pengertian komunikasi, menurutnya “Komunikasi adalah suatu proses yang
memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan pesan (lambang-lambang
verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan)”.
2. Theodore M.
Newcomb
Menurutnya pengertian
komunikasi adalah “setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi
informasi,terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada
penerima”.
B.
Pentingnya
Komunikasi
Banyak
pakar menilai bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat fundamental
bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat. Prof. Wilbur Scharmm menyebutkan
bahwa komunikasi dan masyarakat adalah dua kata kembar yang tidak dapat
dipisahkan. Sebab tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat terbentuk,
sebaliknya tanpa masyarakat maka manusia tidak mungkin dapat mengembangkan
komunikasi. (Scharmm, 1988).
Apa
yang mendorong manusia sehingga ingin berkomunikasi dengan manusia lainnya ? Teori
dasar Biologi menyebutkan adanya dua kebutuhan, yakni kebutuhan untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungannya. Harold D. Laswell salah seorang peletak dasar ilmu
komunikasi lewat ilmu politik menyebut tiga fungsi dasar yang menjadi penyebab,
mengapa manusia perlu berkomunikasi.
1.
Hasrat manusia untuk mengontrol lingkungannya
2.
Upaya manusia untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya
3.
Upaya untuk melakukan transformasi warisan sosialisasi
Ketiga
fungsi tersebut menjadi patokan dasar bagi setiap individu dalam berhubungan
dengan sesama anggota masyarakat. Prof. David K. Berlo dari Michigan State
University menyebut secara ringkas bahwa komunikasi sebagai instrumen dari
interaksi sosial berguna untuk mengetahui dan memprediksi sikap orang lain,
juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam menciptakan keseimbanan
dengan masyarakat (Breynes, 1965). Dengan demikian bahwa komunikasi jelas tidak
dapat dipisahkan dengan kehidupan umat manusia, baik sebagai individu maupun
sebagai anggota masyarakat. Sehingga, keberhasilan dan kegagala seseorang dalam
mencapai sesuatu yang diinginkan termasuk karir mreka, banyak ditentukan oleh
kemampuannya berkomunikasi.
Usaha-usaha
manusia untuk berkomunikasi lebih jauh, terlihat dalam berbagai bentuk
kehidupan mereka di masa lalu. Pendirian tempat-tempat pemukiman di daerah
aliran sungai dan tepi pantai,dipilih untuk memudahkan mereka untuk dapat
berkomunikasi dunia luar dengan memakai perahu, rakit, dan sampan. Disamping
itu, komunikasi juga memperpendek jarak, menghemat biaya, menembus ruang dan
waktu.
Dengan
penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi penting dalam kehidupan
manusia. Mulai dari masa lalu dengan menggunakan lambang atau simbol, sampai
adanya satelityang menghubungkan manusia dengan lingkungan sekitarnya.
Begitupun dalam pekerjaan, tidak lepas dari komunikasi untuk mencapai karir
yang lebih baik lagi. Oleh sebab itu, komunikasi tetap ada dan dilakukan oleh
setiap manusia dengan non verbal maupun verbal.
Ada
pula fungsi fungsi komunikasi menurut beberapa ahli, diantaranya:
Fungsi
Komunikasi menurut Onong Uchjana Effendy:
1.
Menginformasikan (to inform)
Adalah
memberikan informasi kepada masyarakat, memberitahukan kepada masyarakat
mengenai peristiwa yang terjadi, ide atau pikiran dan tingkah laku orang lain,
serta segala sesuatu yang disampaikan orang lain.
2.
Mendidik (to educated)
Adalah
komunikasi merupakan sarana pendidikan. Dengan komunikasi, manusia dapat menyampaikan
ide dan pikiranya kepada orang lain, sehingga orang lain mendapatkan informasi
dan ilmu pengetahuan.
3.
Menghibur (to entertain)
Adalah
komunikasi selain berguna untuk menyampaikan komunikasi, pendidikan dan mempengaruhi
juga berfungsi untuk menyampaikan hiburan atau menghibur orang lain.
4.
Mempengaruhi (to influence)
Adalah
fungsi mempengaruhi setiap individu yang berkomunikasi, tentunya berusaha
saling mempengaruhi jalan pikiran
komunikan dan lebih jauh lagi berusaha merubah sikap dan tingkah laku
komunikan sesuai dengan yang di harapkan.
Fungsi
Komunikasi menurut William I Gordon:
1.
Komunikasi Sosial
Fungsi
komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi
itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk
kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan
ketegangan.
Komunikasi
sosial penting untuk:
-
Konsep diri, yaitu pandangan kita mengenai siapa diri kita sendiri dan itu
hanya bisa kita peroleh melalui informasi yang diberikan orang lain kepada
kita.
-
Eksistensi diri. Dengan berkomunikasi,
kita dapat menunjukkan eksistensi diri kita atau aktualisasi diri.
-
Untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan dan memperoleh kebahagiaan.
2.
Komunikasi Ekspresif
Komunikasi
ekspresif dapat dilakukan sendirian maupun dalam kelompok. Komunikasi ekspresif
dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrumen untuk menyampaikan
perasaan atau emosi kita. Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan
mempengaruhi orang lain. Perasaan tersebut terutama dikomunikasikan melalui
pesan-pesan non verbal.
-
Komunikasi Ritual
Komunikasi
ritual sering dilakukan secara kolektif. Mereka yang berpartisipasi dalam
bentuk komunikasi ritual tersebut menegaskan komitmen mereka kepada tradisi
keluarga, suku, bangsa, negara, ideologi, atau agama.
-
Komunikasi Instrumental
Komunikasi
instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, antara lain menginformasikan,
mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan dan mengubah perilaku atau
menggerakkan tindakan dan juga untuk menghibur.
C.
Jenis
Komunikasi Dan Proses Komunikasi
Secara
umum komunkasi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1.
Komunikasi
Lisan
Komunikasi
lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan
yang membatasi mereka. Lisan ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling
berbicara/ berdialog, pada saat wawancara, rapat, berpidato.
Komunikasi
lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara
alat seperti telepon, handphone, VoIP, dan lain sebagainya karena adanya jarak
dengan si pembicara dengan lawan bicara.
2.
Komunikasi
Tulisan
Komunikasi
tulisan adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan tulisan tanpa
adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat,
jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat berupa
surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain sebagainya.
Komunikasi
tulisan juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk
masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat
kabar, majalah, buku-buku.[5] dan foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi
secara lisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain
sebagainya.[5]
Sementara
secara lebih kompleksnya komunikasi dapat dibedakan menjadi:
A. Komunikasi Verbal
Komunikasi
verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tulisan.
Komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia. Melalui
kata-kata, mereka mengungkapkan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, atau
maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya,
saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat, dan bertengkar. Dalam
komunikasi verbal itu bahasa memegang peranan penting.
Ada
beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu:
1. Bahasa
Pada
dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang memungkinkan orang berbagi
makna. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa
verbal entah lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektronik. Bahasa suatu
bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antara warganya satu sama
lain.
Bahasa
memiliki banyak fungsi, namun sekurang-kurangnya ada tiga fungsi yang erat
hubungannya dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Ketiga fungsi itu
adalah:
a. Untuk mempelajari tentang dunia
sekeliling kita;
b. Untuk membina hubungan yang baik di antara
sesama manusia
c. Untuk menciptaakan ikatan-ikatan dalam
kehidupan manusia.
Bagaimana
mempelajari bahasa? Menurut para ahli, ada tiga teori yang membicarakan
sehingga orang bisa memiliki kemampuan berbahasa.
Teori
pertama disebut Operant Conditioning yang dikembangkan oleh seorang ahli
psikologi behavioristik yang bernama B. F. Skinner (1957). Teori ini menekankan
unsur rangsangan (stimulus) dan tanggapan (response) atau lebih dikenal dengan
istilah S-R. teori ini menyatakan bahwa jika satu organism dirangsang oleh
stimuli dari luar, orang cenderung akan member reaksi. Anak-anak mengetahui
bahasa karena ia diajar oleh orang tuanya atau meniru apa yang diucapkan oleh
orang lain.
Teori
kedua ialah teori kognitif yang dikembangkan oleh Noam Chomsky. Menurutnya
kemampuan berbahasa yang ada pada manusia adalah pembawaan biologis yang dibawa
dari lahir.
Teori
ketiga disebut Mediating theory atau teori penengah. Dikembangkan oleh Charles
Osgood. Teori ini menekankan bahwa manusia dalam mengembangkan kemampuannya
berbahasa, tidak saja bereaksi terhadap rangsangan (stimuli) yang diterima dari
luar, tetapi juga dipengaruhi oleh proses internal yang terjadi dalam dirinya.
2. Kata
Kata
merupakan unti lambang terkecil dalam bahasa. Kata adalah lambing yang
melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang, barang, kejadian, atau
keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian, atau keadaan sendiri.
Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada hubungan langsung antara
kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran orang.
B. Komunikasi Nonverbal
Komunikasi
nonverbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk nonverbal, tanpa
kata-kata. Dalam hidup nyata komunikasi nonverbal jauh lebih banyak dipakai
daripada komuniasi verbal. Dalam berkomunikasi hampir secara otomatis
komunikasi nonverbal ikut terpakai. Karena itu, komunikasi nonverbal bersifat
tetap dan selalu ada. Komunikasi nonverbal lebih jujur mengungkapkan hal yang
mau diungkapkan karena spontan.
Nonverbal
communication is all aspects of communication other than words themselves. It
includes how we utter words (inflection, volume), features, of environments
that affect interaction (temperature, lighting), and objects that influence
personal images and interaction patterns (dress, jewelry, furniture). (Komunikasi
nonverbal adalah semua aspek komunikasi selain kata-kata sendiri. Ini mencakup
bagaimana kita mengucapkan kata-kata (infleksi, volume), fitur, lingkungan yang
mempengaruhi interaksi (suhu, pencahayaan), dan benda-benda yang mempengaruhi
citra pribadi dan pola interaksi (pakaian, perhiasan, mebel).
Komunikasi
non verbal dapat berupa bahasa tubuh, tanda (sign), tindakan/perbuatan (action)
atau objek (object).
Bahasa
Tubuh. Bahasa tubuh yang berupa raut wajah, gerak kepala, gerak tangan,,
gerak-gerik tubuh mengungkapkan berbagai perasaan, isi hati, isi pikiran,
kehendak, dan sikap orang.
Tanda.
Dalam komunikasi nonverbal tanda mengganti kata-kata, misalnya, bendera,
rambu-rambu lalu lintas darat, laut, udara; aba-aba dalam olahraga.
Tindakan/perbuatan.
Ini sebenarnya tidak khusus dimaksudkan mengganti kata-kata, tetapi dapat
menghantarkan makna. Misalnya, menggebrak meja dalam pembicaraan, menutup pintu
keras-keras pada waktu meninggalkan rumah, menekan gas mobil kuat-kuat. Semua
itu mengandung makna tersendiri.
Objek.
Objek sebagai bentuk komunikasi nonverbal juga tidak mengganti kata, tetapi
dapat menyampaikan arti tertentu. Misalnya, pakaian, aksesori dandan, rumah,
perabot rumah, harta benda, kendaraan, hadiah.
Hal
menarik dari komunikasi nonverbal ialah studi Albert Mahrabian (1971) yang
menyimpulkan bahwa tingkat kepercayaan dari pembicaraan orang hanya 7% berasal
dari bahasa verbal, 38% dari vocal suara, dan 55% dari ekspresi muka. Ia juga
menambahkan bahwa jika terjadi pertentangan antara apa yang diucapkan seseorang
dengan perbuatannya, orang lain cenderung mempercayai hal-hal yang bersifat
nonverbal.
Oleh
sebab itu, Mark knapp (1978) menyebut bahwa penggunaan kode nonverbal dalam
berkomunikasi memiliki fungsi untuk:
a. Meyakinkan apa yang diucapkannya
(repetition)
b. Menunjukkan perasaan dan emosi yang tidak
bisa diutarakan dengan kata-kata (substitution)
c. Menunjukkan jati diri sehingga orang
lain bisa mengenalnya (identity)
d. Menambah atau melengkapi ucapan-ucapan
yang dirasakan belum sempurna.
Proses
komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya,
sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya.
Proses komunikasi ini bertujuan untuk
menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada
umumnya). Proses komunikasi, banyak melalui perkembangan. Proses komunikasi
dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan
untuk mewujudkan motif komunikasi.
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
·
Penginterprestasian,
hal yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif
komunikasi muncul hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa
yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan
motif komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.
·
Penyandian,
pada tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap
ini disebut encoding, akal budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat
penyandi: mengubah pesan abstrak menjadi konkret.
·
Pengiriman,
proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter, alat
pengirim pesan.
·
Perjalanan,
pada tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.
·
Penerimaan,
pada tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui
peralatan jasmaniah komunikan.
· Penyandian
Balik, pada tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi
diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya
berhasil menguraikannya (decoding).
· Penginterpretasian,
pada ahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komunikasi berhasil diurai
kan dalam bentuk pesan.
D. Komunikasi
Efektif
Komunikasi
efektif adalah komunikasi yang mampu melakukan perubahan sikap (atitude) pada
orang yang terlibat dalam komunikasi. Komunikasi efektif memungkinkan setiap
orang saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, perasaan dan sikap antara
dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.
Ada
5 Hukum Komunikasi Yang Efektif dalam
satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH,
yang berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya komunikasi itu pada dasarnya
adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian,
simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain.
1.
Respect
Hukum
pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai
setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan.
Rasa
hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita
berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin
dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi
seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan
seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling
menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang
menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik
sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim
2.
Empathy
Empati
adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi
yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap
empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu
sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.
3.
Audible
Makna
dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika
empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima
umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat
diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus
disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat
diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita
untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio
visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima
dengan baik. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan
dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.
4.
Clarity
Selain
bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait
dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan
multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Ketika saya bekerja
di Sekretariat Negara, hal ini merupakan hukum yang paling utama dalam
menyiapkan korespondensi tingkat tinggi.
5.
Humble
Hukum
kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap
ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa
menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita
miliki.
*source
http://faisal-wibowo.blogspot.com/2013/01/komunikasi-verbal-dan-nonverbal.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_komunikasi#Proses_Komunikasi
http://anik-gurung.tripod.com/id29.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar