Nama: Bambang Triguna
NPM: 11112364
Kelas: 2KA09
KELOMPOK
A.
Pengertian
Kekompok
Kelompok
adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu
sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan
memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Kelompok ini misalnya
adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu
komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi
kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori
komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, kelompok adalah:
1.
Kumpulan
(tt orang, binatang, dsb)
2.
Golongan
(tt profesi, aliran, lapisan masyarakat, dsb)
3.
Gugusan
(tt bintang, pulau, dsb)
4.
Antar
kumpulan manusia yg merupakan kesatuan beridentitas dng adat-istiadat dan
sistem norma yg mengatur pola-pola interaksi antara manusia itu
5.
Pol
kumpulan orang yg memiliki beberapa atribut sama atau hubungan dng pihak yg
sama.
Ada
beberapa para ahli yang memberikan definisi tentang kelompok, antara lain
sebagai berikut:
1.
Menurut
Homans (1950) : kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan
yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak,
sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.
2.
Menurut
Merton, kelompok merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai
dengan pola yang telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan orang yang
mempunyai rasa solidaritas karena berbagai niai bersama dan yang telah memiliki
rasa kewajiban moral untuk menjalankan harapan peran.
3.
Menurut
Achmad S. Ruky, Kelompok adalah sejumlah orang yang berhubungan (berinteraksi)
antara satu dan yang lainnya, yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang
lain dan yang menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok.
4.
Menurut Muzafer Sherif, Kelompok adalah kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih individu
yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur,
sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan
norma-norma tertentu.
5.
Menurut
De Vito (1997) : kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi
semua anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling
berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki
semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan
norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apayang dianggap
sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggotanya.
6.
Menurut
Hernert Smith bahwa “kelompok adalah suatu uni yang terdapat beberapa individu,
yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas
dasar kesatuan persepsi”.
7.
Menurut
DeVito (1997) kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi
semua anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling
berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki
semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan
norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apayang dianggap
sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggotanya.
8.
Menurut
Joseph S. Roucek Suatu kelompok meliputi dua atau lebih manusia yang diantara
mereka terdapat beberapa pola interasi yang dapat dipahami oleh para anggotanya
atau orang lain secara keseluruhan.
9.
Menurut
Mayor Polak Kelompok sosial adalah satu group, yaitu sejumlah orang yang ada
antara hubungan satu sama lain dan hubungan itu bersifat sebagai sebuah
struktur.
10. Menurut Wila Huky Kelompok
merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling
berinteraksi atau saling berkomunikasi.
11. Menurut Merton, kelompok
merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang
telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan orang yang mempunyai rasa
solidaritas karena berbagai niai bersama dan yang telah memiliki rasa kewajiban
moral untuk menjalankan harapan peran konsep lain yang diajukan Merton ialah
konsep kategori sosial.
12. Menurut Homans (1950) : kelompok
adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu
tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat
berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.
13. Menurut Bonner (1959) : kelompok
adalah sejumlah individu yang berinteraksi dengan individu yang lain.
14. Menurut Stogdill (1959) :
kelompok adalah satu sistem interaksi terbuka dimana pola interaksi tersebut
ditentukan oleh struktur sistem tersebut.
B.
Karakteristik
Kelompok
Ada
dua karakteristik yang melekat pada suatu kelompok, yaitu norma dan peran. Yang
akan dibahas dalam tulisan ini adalah tentang norma. Norma adalah persetujuan
atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku
satu dengan lainnya. Ada tiga kategori norma kelompok, yaitu norma sosial,
prosedural dan tugas. Norma sosial mengatur hubungan di antara para nggota
kelompok. Sedangkan norma prosedural menguraikan dengan lebih rinci bagaimana
kelompok harus beroperasi, seperti bagaimana suatu kelompok harus membuat
keputusan.
Karakteristik
Kelompok:
Beberapa
ahli mengatakan bahwa dalam suatu kelompok terdapat ciri – ciri, yaitu :
1.
Terdiri dari 2 orang atau lebih
2.
Adanya interaksi yang terus menerus
3.
Adanya pengembangan identitas kelompok
4.
Adanya norma – norma kelompok
5.
Adanya diferensiasi peran
6.
Peran yang saling tergantung
7.
Produktivitas bertambah atau meningkat
8.
Saling membagi tujuan yang sama
C.
Tahap
Pembentukan Kelompok
Model
pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman (1965).
Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik
dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.
Tahap
1 – Forming
Pada
tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok
cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka
belum saling mengenal dan belum saling percaya.
Tahap
2 – Storming
Kelompok
mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi.
Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota
kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka
masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada
pula yang mandenk pada tahap ini.
Tahap
3 – Norming
Terdapat
kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab
telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring
dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.
Tahap
4 – Performing
Kelompok
dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa
ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling
bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.
Tahap
5 – Adjourning dan Transforming
Tahap
dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja
kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.
D.
Kekuatan
Team Work
Teamwork
merupakan serangkaian nilai, sikap dan perilaku dalam sebuah tim.
Manfaat
bekerja dalam tim yaitu untuk pengambilan keputusan, merundingkan, dan bernegosiasi. Tujuan bekerja dalam tim agar
anggota memiliki visi dan misi yang sama dalam menyelesaikan tugas atau
pekerjaan secara efesiensi dan efektif. Tim kerja menghasilkan sinergy positif
melalui usaha yang terkoordinasi dalam menghasil satu tingkat kinerja yang
lebih tinggi daripada jumlah masukan individual. Hal yang didapat dari teamwork
yaitu Great Greeting yang terdiri dari eye contact, smile, hand shaking dan
semangat pagi yang dapat meningkatkan kedekatan antar anggota tim. Prinsip yang
harus dipegang yaitu,”yang kuat menguatkan, yang lemah dikuatkan”. Prinsip
tersebut harus dipegang oleh masing-masing anggota dengan maksud agar semua
anggota dapat terangkul menjadi satu, dapat merasakan apa yang dirasakan orang
lain serta dapat memberi solusi bagi suatu permasalahan. Membangun sebuat tim
yang efektif yaitu dengan menjadikan apa yang dikerjakan bernilai, meningkatkan
kompetensi tim, bersinergi, penyelesaian konflik dan management yang baik serta
memiliki jiwa kepemimpinan yang tanpa menggurui satu dengan yang lain.
Berikut
poin-poin teamwork yang baik:
1.
Teamwork
adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan
kepentingan.
2.
Sama-sama
bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
3.
Filosofi
teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa
yang saya tidak bisa.
4.
Ketika
berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus
disingkirkan.
5.
Dalam
teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
6.
Keragaman
individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika
tidak ada saling pengertian.
7.
Saling
pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal
sukses bersama.
8.
Jika
setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan
segera terealisasi.
9.
Individu
yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team. Bayangkan
jika si A mengejar target A & si B mengejar target B, lalu target bersama
bermuara kemana?
10. Keahlian masing-masing sungguh
menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target.
11. Kendalikan ego dan emosi saat
bersama agar pergesekan tidak berujung pada pemboikotan kerjasama.
12. Dengan pemahaman yang tinggi soal
karakter individu dalam team, realisasi target tidak perlu waktu yang lama.
13. Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork
makes the dream work’.
*sources
https://www.academia.edu/4626796/Definisi_Kelompok
https://www.academia.edu/5543047/MAKALAH_TEAMWORK
http://candra-zulisman.blogspot.com/2013/04/pengertian-dan-karakteristik-kelompok.html
http://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/pengertian-dan-karakteristik-kelompok/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar