Nama: Bambang Triguna
NPM: 11112364
Kelas: 2KA09
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
A.
Definisi
dan Dasar Pengambilan Keputusan
Pengambilan
keputusan adalah pemilihan beberapa tindakan alternatif yang ada untuk mencapai
satu atau beberapa tujuan yang telah diterapkan (Turban, 2005). Pada dasarnya
pengambilan keputusan merupakan suatu bentuk pemilihan dari berbagai alternatif
tindakan yang mungkin dipilih, yang prosesnya melalui mekanisme tertentu dengan
harapan akan menghasilkan suatu keputusan yang terbaik (Simon,1980).
George
R. Terry menyebutkan 5 dasar dalam pengambilan
keputusan, yaitu:
1.
Intuisi
Pengambilan keputusan
berdasarkan intuisi adalah pengambilan keputusan yang berdasarkan perasaan yang sifatnya
subyektif. Dalam pengambilan keputusan
berdasarkan intusi ini, meski waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan
relatif pendek, tetapi keputusan yang dihasilkan seringkali relatif kurang baik karena seringkali mengabaikan
dasar-dasar pertimbangan lainnya.
2.
Pengalaman
Pengambilan keputusan
berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena dengan
pengalaman yang dimiliki seseorang, maka dapat memperkirakan keadaan sesuatu,
dapat memperhitungkan untung-ruginya dan baik-buruknya keputusan yang akan
dihasilkan.
3.
Wewenang
Pengambilan keputusan
berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya, atau
oleh orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah
kedudukannya. Hasil keputusannya dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup
lama dan memiliki otentisitas (otentik),
tetapi dapat menimbulkan sifat
rutinitas, mengasosiasikan dengan praktek diktatorial dan sering melewati
permasalahan yang seharusnya dipecahkan sehingga dapat menimbulkan kekaburan.
4.
Fakta
Pengambilan keputusan
berdasarkan data dan fakta empiris dapat memberikan keputusan yang sehat, solid
dan baik. Dengan fakta, tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan dapat
lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan yang dibuat itu dengan
rela dan lapang dada.
5.
Rasional
Pada pengambilan
keputusan yang berdasarkan rasio, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif,
logis, lebih transparan dan konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai
dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau
sesuai dengan apa yang diinginkan. Pengambilan keputusan secara rasional ini
berlaku sepenuhnya dalam keadaan yang ideal. Pada pengambilan keputusan secara
rasional terdapat beberapa hal sebagai berikut:
·
Kejelasan
masalah: tidak ada keraguan dan kekaburan masalah.
·
Orientasi
tujuan: kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai.
·
Pengetahuan
alternatif: seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya.
·
Preferensi
yang jelas: alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria.
·
Hasil
maksimal: pemilihan alternatif terbaik berdasarkan atas hasil ekonomis yang
maksimal.
B.
Jenis
– Jenis Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi
Pada dasarnya jenis pengambilan
keputusan di bagi menjadi dua jenis, yaitu:
a.
Keputusan
terprogram
Keputusan terprogram adalah
suatuberkaitan dengan persoalan yang sudahdiketahui sebelumnya, keputusan ini menggunakan
teknik dan standar tertentu dalam menangani urusan rutin dan dapat diprogram
secara otomatis.Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada
manjemen tingkat bawah.
Contoh:
keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang, dan lain-lain.
b.
Keputusan
tidak terprogram
Keputusan tidak terprogram adalah
persoalan baru (tidak diketahui sebelumnya), parameter rumit (tidak tersedia),
mengandalkan intuisidan pengalaman, tidak melibatkan permasalahan rutin yang
memerlukan solusi secara rinci pada situasi yangada.
Keputusan yangtidak terjadi
berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen
tingkat atas.Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak
mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari
lingkungan luar.
Contoh : Pengalaman manajer
merupakan hal yang sangat penting didalam pengambilan keputusan tidak
terprogram. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah keputusan
tidak terstruktur yang jarang terjadi.
Pengambilan
keputusan dalam organisasi secara detail dapat dibedakan menjadi:
a.
Pengambilan
Keputusan Berdasarkan Intuisi
Keputusan
yang diambil berdasarkan intuisi atau perasaan lebih bersifat subjektif yaitu
mudah terkena sugesti, pengaruh luar, dan faktor kejiwaan lain. Sifat subjektif
dari keputusuan intuitif ini terdapat beberapa keuntungan, yaitu :
·
Pengambilan
keputusan oleh satu pihak sehingga mudah untuk memutuskan.
·
Keputusan
intuitif lebih tepat untuk masalah-masalah yang bersifat kemanusiaan.
b.
Pengambilan
Keputusan Rasional
Keputusan
yang bersifat rasional berkaitan dengan
daya guna. Masalah – masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan
pemecahan rasional. Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional
lebih bersifat objektif. Dalam masyarakat, keputusan yang rasional dapat diukur
apabila kepuasan optimal masyarakat dapat terlaksana dalam batas-batas nilai
masyarakat yang di akui saat itu.
c.
Pengambilan
Keputusan Berdasarkan Fakta
Ada
yang berpendapat bahwa sebaiknya pengambilan keputusan didukung oleh sejumlah
fakta yang memadai. Sebenarnya istilah fakta perlu dikaitkan dengan istilah
data dan informasi. Kumpulan fakta yang telah dikelompokkan secara sistematis
dinamakan data. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan dari data. Dengan
demikinan, data harus diolah lebih dulu menjadi informasi yang kemudian
dijadikan dasar pengambilan keputusan.
d.
Pengambilan
Keputusan Berdasarkan Pengalaman
Sering
kali terjadi bahwa sebelum mengambil keputusan, pimpinan mengingat-ingat apakah
kasus seperti ini sebelumnya pernah terjadi. Pengingatan semacam itu biasanya
ditelusuri melalui arsip-arsip penhambilan keputusan yang berupa dokumentasi
pengalaman-pengalaman masa lampau. Jika ternyata permasalahan tersebut pernah
terjadi sebelumnya, maka pimpinan tinggal melihat apakah permasalahan tersebut
sama atau tidak dengan situasi dan kondisi saat ini. Jika masih sama kemudian
dapat menerapkan cara yang sebelumnya itu untuk mengatasi masalah yang timbul.
e.
Pengambilan
Keputusan Berdasarkan Wewenang
Banyak
sekali keputusan yang diambil karena wewenang(authority) yang dimiliki. Setiap
orang yang menjadi pimpinan organisasi mempunyai tugas dan wewenang untuk
mengambil keputusan dalam rangka menjalankan kegiatan demi tercapainya tujuan
organisasi yang efektif dan efisien.
C.
Faktor
– Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
1.
Posisi/
kedudukan
Dalam kerangka
pengambilan keputusan, posisi/kedudukan seseorang dapat dilihat dalam hal
berikut.
·
Letak
posisi; dalam hal ini apakah is sebagai pembuat keputusan (decision maker),
penentu keputusan (decision taker) ataukah staf (staffer).
·
Tingkatan
posisi; dalam hal ini apakah sebagai strategi, policy, peraturan,
organisasional, operasional, teknis.
2.
Masalah
Masalah atau problem
adalah apa yang menjadi peng-halang untuk tercapainya tujuan, yang merupakan
penyimpangan daripada apa yang diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan
harus diselesaikan.
Masalah dapat dibagi ke dalam dua
jenis, yaitu
·
Masalah
terstruktur (well structured problems), yaitu masalah yang logis, dikenal dan
mudah diidentifikasi.
·
Masalah
tidak terstruktur (ill structured problems), yaitu masalah yang masih baru,
tidak biasa, dan informasinya tidak lengkap.
Dapat pula dibagi
sebagai berikut.
·
Masalah
rutin, yaitu masalah yang sifatnya sudah tetap, selalu dijumpai dalam hidup
sehari-hari.
·
Masalah
insidentil, yaitu masalah yang sifatnya tidak tetap, tidak selalu dijumpai
dalam hidup sehari-hari.
3.
Situasi
Situasi adalah
keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain, dan
yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang
hendak kita perbuat.
Faktor-faktor itu dapat dibedakan
atas dua, yaitu sebagai berikut.
·
Faktor-faktor
yang konstan (C), yaitu faktor-faktor yang sifatnya tidak berubah-ubah atau
tetap keadaanya.
·
Faktor-faktor
yang tidak konstan, atau variabel (V), yaitu faktor-faktor yang sifatnya selalu
berubah-ubah, tidak tetap keadaannya.
4.
Kondisi
Kondisi adalah
keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak,
daya ber-buat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut
merupakan sumber daya-sumber daya.
5.
Tujuan
Tujuan yang hendak
dicapai, baik tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi,
maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu/ telah ditentukan. Tujuan yang
ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objective.
Pendapat lain mengenai
faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan :
·
Keadaan
interen organisasi
Keadaan intern
organisasi bersangkut paut dengan apa yang ada di dalam organisasi tersebut.
Keadaan intern organisasi antara lain meliputi dana yang tersedia, keadaan
sumber daya manusia, kemampuan karyawan, kelengkapan dari peralatan organisasi,
struktur organisasi.
·
Keadaan
Ekstern Organisasi
Keadaan ekstern
organisasi bersangkut paut dengan apa yang ada di luar organisasi tersebut.
Keadaan ekstern organisasi antara lain meliputi keadaan ekonoriki, sosial,
politik, hukum, budaya, dan sebagainya. Keputusan yang diambil harus
memperhatikan situasi ekonomi, jika keputusan tersebut ada sangkut pautnya
dengan ekonomi. Keputusan yang diambil tidak boleh bertentangan dengan
norma-norma, undang-undang, hukum yang berlaku dan peraturan-peraturan.
·
Ketersediaan
informasi yang diperlukan
Dalam pengambilan
keputusan, informasi yang diperJukan haruslah lengkap dan memiliki sifat-sifat
tertentu, sehingga keputusan yang dihasilkan dapatlah berkualitas dan baik.
·
Kepribadian
dan kecapakan pengambil keputusan
Kepribadian dan kecakapan dari
pengambil keputusan meliputi: penilaiannya, kebutuhannya, intelegensinya,
keterampilannya, kapasitasnya, dan sebagainya. Nilai-nilai kepribadian dan
kecakapan ini turut juga mewarnai tepat tidaknya keputusan yang diambil. Jika
pengambil keputusan memiliki kepribadian dan kecakapan yang kurang, maka
keputusan yang diambil juga akan kurang, demikian pula sebaliknya.
*sources
http://informatika.web.id/5-dasar-dalam-pengambilan-keputusan.htm
http://informatika.web.id/proses-pengambilan-keputusan.htm
http://nuwrileardkhiyari.blogdetik.com/2013/09/23/pengambilan-keputusan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar