Gunadarma University

Gunadarma University

Jumat, 17 Mei 2013

Manusia Dan Harapan


Manusia Dan Harapan

            Harapan merupakan sesuatu yang diinginkan atau didambakan seseorang namun sifatnya tidak terlalu berlebihan. Harapan berorientasi adanya perkembangan menuju strata yang lebih baik dalam suatu hal. Setiap manusia pasti memiliki harapan, baik untuk dirinya sendiri, orang lain, ataupun suatu obyek lain. Orang yang tidak mempunyai harapan berarti orang tersebut adalah orang yang putus asa, tidak mau berusaha dan cendrung pemalas. Karena seperti halnya cita cita, harapan pun harus disertai usaha dan do’a. Dari contoh yang paling sederhana saja misalnya harapan seorang anak agar bisa menjadi sesuai apa yang diinginkan orang tuanya. Disini berarti ada dua “harapan” yang dinginkan, yaitu harapan anak dan harapan orang tua yang saling berkorelasi. Harapan anak tersebut terkait erat dengan harapan orang tua.
            Ketika seorang anak mempunyai harapan akan menjadi seperti yang orang tuanya harapkan, berarti anak tersebut akan bertindak sesuai apa yang orang tuanya inginkan sehingga harapan dirinya dan orang tuanya terwujudkan. Disini memungkinkan orang tua dan anak akan saling bekerja sama. Orang tua akan selalu berusaha membimbing, mengarahkan, mendorong dan senantiasa berdoa agar anaknya sesuai dengan harapan mereka, dan si anak pun senantiasa selalu mendengarkan apa petuah petuah orang tuanya dan berusaha agar harapan orang tuanya bisa terwujud, disertai dengan do’a juga tentunya. Jika harapan orang tua telah terwujud berarti harapan anak tersebut pun terwujud, karena dari awal si anak berharap bisa menjadi seseorang yang diharapkan orang tuanya, atau bisa dikatakan harapan anak dan orang tuanya sama.
            Menurut saya, harapan merupakan sesuatu yang sifatnya mendasar. Dengan adanya harapan berarti seorang manusia senantiasa berfikir maju dan berorientasi masa depan. Harapan bisa dibilang hal hal penunjang terwujudnya cita cita, jika semua harapan sudah terpenuhi, insyalloh semakin dekat pula terwujudnya cita cita seseorang. Seperti yang telah disampaikan diatas, harapan dapat terwujud jika kita selalu berusaha dan berdo’a secara optimal dan tidak mudah putus asa. Manusia yang tidak mempunyai harapan tidak akan dianggap atau dipandang orang lain di tengah tengah masyarakat, oleh karena itu sesulit apa pun kondisi dan situasi seseorang, hendaknya tetap punya harapan, tidak boleh langsung pasrah begitu saja. 

Jumat, 10 Mei 2013

Manusia Dan Kegelisahan


Manusia Dan Kegelisahan

            Kegelisahan merupakan suatu kondisi dimana seseorang merasa tidak tentram hatinya, tidak tenang pikirannya, perasaan cemas dan khawatir yang berkecamuk, biasanya disertai dengan jantung yang berdebar debar. Seseorang yang sedang gelisah biasanya ditunjukan dengan ekspresi wajah atau gerak geriknya. Ada terlihat murung, berjalan mondar mandir, atau ada pula yang melamun. Kegelisahan merupakan hal yang wajar dialami seseorang. Itu muncul ketika seseorang memikirkan tentang sesuatu hal, baik hal yang dihadapi dirinya maupun hal yang dihadapi orang lain. Pada titik kegelisahan yang tinggi, ini dapat menyebabkan seseorang depresi. Terlebih ketika hal yang digelisahkan merupakan hal yang sangat intim baginya. Seperti contohnya dalam lingkup keluarga, kelangsungan hidup, dan lain lain. Contohnya kegelisahan seorang ayah ketika anaknya masuk rumah sakit. Segala sesuatunya pasti dipikirkan oleh sang ayah tersebut. Bukan hanya memikirkan biaya berobatnya tapi juga kesembuhannya.
            Kegelisahan memang kerap muncul dalam kehidupan sehari hari, baik menghadapi sesuatu yang sebenarnya sudah dipersiapkan matang sebelumnya apalagi pada hal yang benar benar tidak diduga sama sekali. Seperti contoh diatas yaitu seorang ayah yang anaknya sedang sakit. Sakit merupakan salah satu hal yang datangnya tidak di duga. Ayah tersebut pasti spontan merasa gelisah, cemas, dan khawatir. Terlebih ketika misalnya ayah tersebut sedang tidak memiliki biaya untuk membawa ke rumah sakit. Pastilah muncul segala bayangan kemungkinan kemungkinan yang tidak diinginkan. Merasa kebingungan pula bagaimana mendapatkan pinjaman biaya untuk berobat anaknya. Setelah mendapat biaya pun, ayah tersebut pasti tetap masih gelisah memikirkan bagaimana kah penyakit anaknya, dan bagaimana kesembuhannya.
            Menurut saya, kegelisahan itu hal yang lumrah. Hal yang paling penting dipahami adalah bagaimana menanggapi kegelisahan terhadap sesuatu yang tengah terjadi pada seseorang tersebut. Hati memang tidak dapat dibohongi ketika sedang gelisah, tetapi yang terpenting adalah hati itu harus tetap tenang. Sebisa mungkin kita tidak tegang dalam menghadapinya. Pikiran tegang yang berlebihan bisa bisa malah membuat menjadi depresi. Kita hrus tetap rileks agar pikiran kita tetap jernih dan tidak berprasangka yang tidak tidak. Semuanya pasti ada jalan keluar, baik atau buruk yang kita temui nanti, harus sudah kita persiapkan untuk menerimanya. Jangan terlalu larut menghadapi sesuatu, yang penting kita tetap harus focus. Prioritaskan apa yang benar benar memang perlu diprioritaskan, kesampingkan hal yang lain dulu. 

Jumat, 03 Mei 2013

Manusia Dan Tanggung Jawab


Manusia Dan Tanggung Jawab

            Tanggung jawab pada dasarnya adalah sikap dimana seseorang siap menerima segala konsekwensi, akibat ataupun feedback atas apa yang telah dilakukan atau diperbuat sebelumnya, baik itu atas tindakannya ataupun atas ucapannya. Tanggung jawab dapat sebagai pencerminan kedewasaan dan keseiusan seseorang. Tanggung jawab juga merupakan suatu bentuk komitmen, dengan penuh kesadaran seseorang melakukan sesuatu atas keterikatan, perjanjian dan perannya. Contohnya sesorang ayah dalam keluarga. Ayah merupakan kepala keluarga yang mempunyai tanggung jawab penuh dalam menjaga, memenuhi kebutuhan, dan pencurahan kasih sayangnya di samping sang ibu. Disini tanggung jawab ayah merupakan kewajiban sang ayah. Maka tidak salah pula bila ada yang mengkorelasikan antara tanggung jawab dan kewajiban.
            Ayah yang bertanggung jawab pasti sebisa mungkin melakukan tindakan sesuai dengan perannya. Tidak lain semuanya dilakukan untuk menciptakan kesejahteraan keluarga. Bukan saja memenuhi kebutuhan secara materi, ayah juga harus bisa memenuhi kebutuhan imateril, seperti kasih sayang, kepedulian dan keadilan. Disamping itu seorang anak pun harus memiliki rasa tanggung jawab dimana perannya sebagai anggota keluarga. Seorang anak harus bisa menjalankan kewajibannya, yaitu mematuhi dan mendengarkan perintah dan kata kata orang tua, dan berkewajiban pula belajar yang mana ketika si anak katakanlah masih sebagai pelajar. Dan ketika anak tersebut tidak mematuhi atau menjalankan apa kewajibannya tersebut, maka si anak akan mendapat konsekwensi dari apa yang dilakukannya. Jika anak tersebut memang benar benar sudah bisa bertanggung jawab, maka pasti dengan segala kesadarnnya anak tersebut akan mengakui kesalahannya dan menerima segala akibat dari ketidakpatuhannya itu.
            Menurut saya, tanggung jawab itu merupakan sesuatau yang mendasar dalam terciptanya suatu kehidupan yang harmonis, rukun dan sejahtera dalam berbagai aspek kehidupan. Jika semua elemen masyarakat sudah memiliki rasa tanggung jawab yang penuh akan kewajiban, peran dan amanat yang telah diberikan, pastilah akan timbul ketertiban dalam ruang lingkupnya masing masing. Terlebih dalam kehidupan bermasyarakat yang luas seperti halnya antara pemerintah dan masyarakat. Dewasa ini jika terjadi sesuatu seperti banjir lah, kebakaran lah, kemacetan lah, masyarakat selalu menyalahkan pemerintah. Harusnya mereka dapat intropeksi diri lah, renungi apa yang telah diperbuat, toh itu semua kebanyakan adalah hasil apa yang telah masyarakat perbuat. Seperti banjir akibat membunag sampah sembarangan, kemacetan akibat gengsi dan ingin menunjukan kelas sosialnya dengan membawa kendaran pribadi, dan lain lain. Semoga ke depannya masyarakat negeri yang tercinta ini lebih dapat bertanggung jawab, dan lebih berorientasi jangka panjang, toh semuanya itu untuk menciptakan kehidupan yang jauh lebih baik. 

Jumat, 26 April 2013

Manusia Dan Pandangan Hidup


Manusia Dan Pandangan Hidup

            Pandangan hidup bisa diartikan opini, persepsi yang digunakan seseorang sebagai patokan, pegangan, pedoman yang menjadi arah manusia tersebut dalam berkehidupan di dunia ini. Pandangan hidup seseorang biasanya mulai tumbuh pada usia usia tertentu, seiring dengan menginjaknya usia dewasa. Pandangan hidup muncul atas kemauan dari dalam diri manusia itu sendiri sebagai hasil pengalaman hidup, dari situlah manusia akan mencerna dan menilai sesuatu yang disaksikan atau ditemuinya. Kerap kali terjadi perbedaan pandangan dalam kehidupan ini. Seperti contohnya orang tua yang ngotot memaksakan anaknya untuk menjadi dokter, sehingga orang tuanya memaksa agar si anak berkuliah dan mengambil kedokteran. Sementara si anak mempunyai minat pada bidang komputer, dia ingin ingin mengambil ilmu komputer. Menurut orang tuanya, peluang karir sebagai dokter sangat bagus, sementara menurut anak, peluang karir di dunia komputer lah yang memiliki prospek paling bagus di masa yang akan datang.
            Dari contoh diatas dapat dilihat perbedaan pandangan yang sangat mencolok antara orang tua dan anak. Seharusnya orang tua lebih dapat menghargai pilihan si anak. Si anak lah yang akan menjalaninya, orang tua seharusnya mendukung pilihan si anak, mencukupi kebutuhan mater dan imateri si anak. Tidak jarang perbedaan pandangan dalam menyikapi sesuatu kerap terjadi konflik. Semua pihak menanggap pandangannya lah yang paling benar, dan bagi mereka orang orang yang berfikiran tertutup bahkan hal seperti ini bisa menjadi konflik fisik. Seseorang akan memperjuangkan sekuat mungkin pandangan hidupnya itu. Dan bisa saja akhirnya menumbuhkan sifaf kefanatikan yang kuat. Pandangan hidup yang baik pasti akan diteladani oleh orang banyak, terlebih ketika bermanfaat untuk membangun kepribadian baik masyarakat luas.
            Menurut saya, pandangan hidup itu hak masing masing pribadi seseorang. Selama itu tidak merugikan pihak tertentu, menurut saya sah sah saja. Diperlukan kerjasama dengan orang sekitar agar orang sekitar tersebut dapat memahami, menghargai dan memberi toleransi lebih terhadap bagaimana pandangan seseorang. Tiap seseorang memiliki alasan terhadap pandangan hidupnya, tentu saja menurut orang tersebut pandangannya lah tersebutlah itu yang paling baik. Pandangan hidup itu berorientasi ke masa depan, merupakan suatu cita cita, jadi sangat diperlukan persiapan dan bekal yang cukup untuk menunjangnya. Pandangan hidup pribadi harus konsisten, memiliki imunitas terhadap orang lain, namun orang lain berhak meluruskan pandangan hidup seseorang apa bila dirasa kurang pas dalam kehidupan bermasyarakat..

Jumat, 19 April 2013

Manusia Dan Keadilan


Manusia Dan Keadilan

            Keadlilan merupakan salah satu hak asasi manusia. Setiap manusia berhak mendapatkan apa yang itu dinamakan keadilan, terlebih di era demokrasi belakanga ini. Tanpa memandang apa yang dimiliki dan melekat pada manusia tersebut, manusia mendapatkan hak yang sama dalam mencapai, memiiki, mendapatkan sesuatu yang sama antara manusia yang satu dan yang lainnya, baik itu di mata hukum, suatu institusi, manusia lainnya, dan Tuhan tentunya. Sudah banyak sekali pasal pasal dalam undang undang Negara kita yang mengurus masalah keadilan, seperti pasal 5 sampai pasal 11 yang medeklarasikan tentang HAM, pasal24, pasal 28D, 28G, 28I dana masih banyak yang lainnya. Namun implementasinya lah yang kurang optimal. Banyak sekali contoh kasus yang seolah olah menimbulkan pertanyaan masihkah ada keadilan di negeri tercinta kita ini. Seperti  kaskus seorang nenek di Banyumas, Jawa Tengah pada tahun 2009 lalu yang dihukum Hakim penjara selama 1 bulan 15 hari, karena mencuri 3 buah kakao. Sementara nenek tersebut terpaksa mencuri Kakao karena dirinya kelaparan dan belum makan selama beberapa hari. Ada lagi kasus yang mengharuskan sesorang dijebloskan ke penjara selama 87 hari karena dituduh mencuri listrik di sebuah apartemen, padahal sebenarnya dia hanya menumpang men-charge ponsel di Lobi Apartemen. Orang tersebut bebas pada 18 November 2011 lalu. Dan yang lebih ironis lagi yaitu kasus seorang pelajar SMKN 3 Palu, Sulawesi Tengah yang dijebloskan ke dalam penjara selama 5 tahun hanya karena pelajar tersebut mencuri sandal milik seorang polisi yang kurang lebih hanya seharga Rp 30.000. Lalu bagaimana dengan koruptor koruptor yang menyelewengkan uang rakyat dengan nominal yang sangat tinggi itu, kebanyakan mereka justru hanya dihukum beberapa tahun saja, bahkan ada pula yang tidak tercium hukum sama sekali.
            Melihat perbandingan kasus kasus seperti itu menggambarkan betapa buruknya pengaplikasian hukum dan keadilan di Negara ini. Ini benar benar ironis. Mereka yang mempunyai jabatan atau nilai material tinggi seolah olah menjadikannya kebal akan hukum. Sementara rakyat kecil tingkat menengah ke bawah lah yang seakan menjadi sasaran tindakan ketidakadilan dan penyelewengan hukum. Jadi tidak salah bila seeorang mengatakan kalau hukum itu bisa dibeli dengan uang. Sudah sangat jelas sebenarnya bahwa tidak ada satu orangpun di dunia ini yang kebal akan hukum, tidak memandang siapa dia, dari mana dia berasal, dan bagaimana status sosialnya, hukum tetap harus ditegakan untuk mencapai keadilan yang setinggi tingginya.
            Menurut saya, dibutuhkan pengawasan yang lebih ketat dalam pengawasan dalam menjalankan suatu keadilan, terutama di lembaga lembaga peradilannya. Penyelewengan kerap terjadi dimana mana, baik keadilan yang sudah masuk ranah peradilan formal apalagi di peradilan keonvensional yang justru akan lebih banyak menimbulkan potensi penyelewengannya. Peradilan konvensional hanya berpondasi pada norma norma dan aturan yang tidak tertulis, sehingga seseorang yang diadili akan mengikuti adat yang berlaku di sebuah masyarakat tertentu saja. Hal demikian sangat sensitive dengan suapan, sogokan dan doktrin dari mereka yang lebih berkuasa, tidak mustahil mereka yang memili kedudukan special di masyarakat akan dianak emaskan. Dalam implementasi peradilan suatu instansi peradilan formal pemerintah harus lebih ketat lagi. Badan peradilan harus dapat memilah dan memilih mana yang harus lebih diprioritaskan untuk diselesaikan, jangan sampai menjadi komplikatif dan menimbulkan masalah baru sebagai akibat kecemburuan social peradilan manusia. Optimalisasi badan pengawas penyelenggaraan hukum Negara harus lebih ditingkatkan pemerintah agar proses pengadilan terhadap pelanggar hukum tidak lagi menimbulkan potensi pandang bulu, kasta, dan latar belakang untuk menciptakan keadilan yang sama di depan hukum atas semua golongan masyarakat.

Jumat, 12 April 2013

Manusia Dan Penderitaan


Manusia Dan Penderitaan

            Kata "penderitaan" dilihat secara mendasar dapat diartikan sebagai menganggung beban atau sesuatu yang mengakibatkan merasakan hal tidak menyenangkan. Ringan atau berat suatu penderitaan itu berbeda beda menurut orang yang lain. Ada orang yang menanggap suatu penderitaan itu sangat berat dirasakan tetapi mungkin berbeda kadarnya ketika penderitaan yang sama itu dirasakan oleh orang yang berbeda. Setiap penderitaan membawa efek yang berbeda beda tiap manusia. Ada yang menjadikannya sebagai motivasi, da nada juga yang menjadikannya sebagai karma dari tuhan.
Besar atau kecil penderitan, setiap orang pasti akan merasakannya, dan itulah yang namanya hidup, tidak semuanya berjalan menyenangkan sesuai apa yang diinginkan. Penderitaan dapat menimpa siapa saja tidak memandang status, kelas social, agama, ras dan lain lain. Hakikatnya semua pendeitaan berasal atas dari tuhan, baik berupa ujian atau cobaan. Itu tidak lebih untuk menguji dan menegur manusia. Contohnya orang yang sehari harinya udah terbiasa  berbuat baik, berkepribadian mulia pun tak luput dari ujian, secara gampangnya ujian disini dimaksudkan untuk melihat apakah manusia yang diberi ujian oleh tuhan itu akan tetap berkepribadian baik seperti sebelumnya atau akan berbalik arah justru ingkar kepadaNya.

            Tidak dapat dipungkiri banyak orang yang lebih memilih jaln pintas ketika menanggung penderitaan yang mereka rasa itu diluar kemampuan mereka. Nah disinilah pemikiran yang salah itu. Mungkin hamper semua orang juga mengetahui kalau tuhan tidak mungkin memberikan ujian dan cobaannya diluar dari kemampuan manusia tersebut. Memang berat mempertahankan doktrin seperti itu, tapi kalau kita yakin, pasti kita bisa melewati. Penderitaan kerap dirasa lebih berat ketika penderitaan itu berhubungan dengan kejiwaan seseorangm bukan ragawi. Frustasi dan depresi kerap melanda. Tidak sedikit yang akhirnya malah bertindak sangat jauh, seperti mengakhiri hidup contohnya. Seharusnya dari setiap penderitaan yang ditemui seseorang, seseorang tersebut harusnya membuat semua itu menjadi bahan intropeksi diri untuk membangun pribadi yang lebih baik ke depannya. Kurang baik apakah kita di mata orang lain, kurang baik apakah kita di mata tuhan akan dapat dapat ditemukan melalui proses intropeksi dan perenungan ini. Jika kita sudah melakukan hal hal seperti itu, sekarang tinggal serahkan saja semuanya kepada sang pencipta.
            Menurut saya, semua penderitaan itu ada penyebabnya. Atau lebih tepatnya mungkin penderitaan itu adalah hasil yang kita tuai dari kesalahan yang kita tanam. Ya, Allah itu maha adil, jika kita berbuat tidak baik kepada yang lain maka kita pun akan mendapat balasannya, baik itu di dunia langsung atau nanti ketika kita sudah dipanggilNya. Sangat diperlukan mental yang kuat ketika menghadapi sebuah penderitaan. Sebisa mungkin seseorang harus tetap tabah dan tenang. Yakinlah semua ini sudah ada yang mengatur dan semua orang pun pasti merasakannya, ya walaupun penderitaannya berbeda beda. Para nabi yang jelas jelas mereka adalah kaum kaum golongan soleh pun mereka tetap saja mendapat penderitaan. Ya, penderitaan mereka dalam bentuk ujian, penderitaan kepada mereka datangnya bukan karena kesalahan melainkan untuk menguji dan mencoba sejauh mana tingkat keikhlasan mereka ketika mendapati penderitaan tersebut.
Jadi seseorang tidak perlu lah berputus asa, semuanya pasti ada jalannya asal kita yakin, mau berusaha dan serahkan saja semuanya padaNya.

Kamis, 04 April 2013

Manusia Dan Keindahan


Manusia Dan Keindahan

Keindahan berkaitan erat dengan pengindraan, jiwa, dan suasana seseorang. Keindahan berasal dari kata indah yang artinya sesuatu itu memiliki suatu nilai yang bagus, cantik, elok dan sebagainya.
Keindahan lebih dapat dinikmati ketika hal itu berhubungan dengan suatu obyek atau benda yang berbentuk nyata. Penilaian itu dapat dengan mudah diputuskan apakah suatu benda yang kita lihat secara lahiriah itu memiliki niai keindahan atau tidak, karena keindahan itu mempunyai daya tarik kepada siapa yang menyaksikan atau merasakan langsung bentuk keindahan tersebut.
Namun, keindahan juga bias berarti untuk obyek yang bersifat abstrak. Keindahan itu kerap berhubungan dengan sesuatu yang memiliki nilai kebenaran. Misalnya seseorang yang mimiliki watak yang baik akan senantiasa berbuat baik pula. Dalam hal ini watak memiliki keindahan, sementara watak merupakan hal yang abstrak. Keindahannya itu dapat dilihat dari implementasi kebaikan dan kebenaran watak tersebut dalam perilaku seseorang tersebut.
Keindahan dapat mencakup hal yang seluas luasnya, disini berarti sesuatu memiliki keindahan yang bersifat alamiah dan lebih kepada bagian dari anugrah Tuhan. Contoh keindahan yang seluas-luasnya adalah keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan intelektual.
Keindahan adalah nilai estetik. Nilai sendiri berarti sesuatu yang datangnya dari psikologis manusia. Keindahan disebut nilai estetik karena keindahan tentang sesuatu itu datangnya dari jiwa dan psikologis seseorang bukan dari obyek atau benda yang dilihat. Obyek atau benda yang terlihat tersebut selanjutnya menjadi pertimbangan dan akhirnya keluarlah penilaian apakah memiliki keindahan atau tidak.
Keindahan memiliki nilai interinsik dan eksterinsik. Nilai eksterinsik cendrung mengarah kepada bentuk suatu benda yang mengandung keindahan tersebut. Sedangkan nilai interinsik mengarah kepada apa yang ada dalam benda yang mengandung keindahan tersebut. Jadi nilai eksterinsik itu bersifat tersurat sedangkan niali interinsik itu bersifat tersirat. Contoh lagu, bentuk lagu termasuk di dalamnya penggunaan lirik dan bahasa merupakan nilai eksterinsik yang mana setiap orang dapat mengetahuinya karena itu bersifat nyata. Sedangkan pesan yang terkandung dalam lagu tersebut merupakan nilai interinsik karena pesan itu tidak disampaikan secara langsung.
            Keindahan bisa saja gratis dinikmati atau pula kita membutuhkan pengorbanan untuk dapat menikmatinya. Tapi intinya tetap saja, keindahan dinikmati untuk mendapat kepuasan, hiburan, menentramkan jiwa dan lain sebagainya. Tidak semua orang beranggapan sama dalam menilai keindahan. Ketika satu orang menganggap sesuatu indah belum tentu menurut orang lain juga indah. Keindahan yang berhubungan dengan kebenaran seperti contoh yang telah disebutkan diatas mengenai watak manusia maksudnya adalah ketika seseorang melihat orang lain berbuat baik kepada sesamanya maka dengan seseorang yang melihat tersebut langsung berasumsi bahwa orang yang berbuat baik itu memiliki watak yang indah. Namun belum tentu juga menurut orang yang lainnya, bisa saja orang yang lainnya berpikiran berbeda karena alasan alasan tertentu.
            Menurut saya, keindahan itu berkaitan erat dengan psikologis dan suasana siapa yang menilainya. Selera tiap tiap manusia tentunya berbeda, meskipun kerap kali ada banyak orang yang menganggap sesuatu indah tapi belum tentu penilaian keindahannya itu jatuh pada sisi yang sama. Suasana dan kondisi juga mempengaruhi. Sesuatu dianggap indah manakala suasana hati seseorang itu sedang bagus. Ketika suasana hati sedang kurang bagus, tidak dapat dipungkiri sesuatu yang biasanya kita anggap indah berubah menjadi sesuatu yang sangat tidak menarik, membosankan dan lan sebagainya.

Sabtu, 30 Maret 2013

Manusia Dan Cinta Kasih


Manusia Dan Cinta Kasih


            Cinta merupakan perasaam suka, dan ketertarikan kepada sesuatu. Sedangkan kasih merupakan kelanjutan dari cinta yang berarti penaruhan rasa sayang dan peduli. Dengan demikian istilah cinta dan kasih merupakan sesuatu yang tidak dapt dipisahkan.
Cinta memiliki unsur unsur dasar, seperti pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pengasuhan contohnya dapat kita lihat dari seorang ibu yang senantiasa mencurahkan cinta, kasih dan sayangnya kepada anak anaknya dengan penuh keikhlasan dan sukarela. Tanggung jawab berarti seseorang siap dengan ikhlas menerima konsekwensi baik atau buruknya terhadap apa yang telah mereka perbuat untuk orang lain maupun dirinya, disini sangat mencerminkan rasa cinta yang begitu mendalam terhadap pihak lain, sebagaimana yang mereka lakukan adalah dengan penuh keikhlasan. Perhatian merupakan simpati dan empati yang ditujukan untuk orang lain atas dasar atau motif belas kasih. Pengenalan  merupakan usaha unuk mengetahui sesuatu tertentu yang belum seseorang dapati sebelumnya.
Cinta memiliki tingkatan tingkatan tertentu. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Tuhan, Rasulu, dan agama. Seperti contohnya cinta kepada Allah, Rasullulah dan nabi, dan rela mengorbankan segala apa yang seseorang untuk agamanya. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, suami / istri dan kerabat. Cinta pada tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, materi, dan tempat tinggal.
Cinta menurut ajaran agama. Istilah cinta dalam ajaran agama islam dikenal dengan istilah mahabbah yang berarti mencintai secara mendalam. Baik itu Cinta kepada diri sendiri agar senantiasa mendatangkan kebaikan dalam diri, mengembangkan potensi dalam diri dan bisa menjaga diri. Cinta kepada sesama merupakan hubungan timbal balik dari bentuk istilah habluminannas yang mana agar sesame manusia dapat saling bergandengan tangan, membuang ego masing masing dan sadar betul sebagai tercipta sebagai makhluk yang saling membutuhkan. Seperti contohnya memberiakan bantuan kepada sesame yang membutuhkan, sedekah, sumbangan dan lain lain. Selanjutnya adalah Cinta seksual, cinta seksual erat hubungannya dengan pernikahan, cinta seksual bertujuan untuk meneruskan keturunan dan membentuk perilaku perilaku baru terhadap generasi selanjutnya dari dua pihak, istri dan suami. Selanjutnya  Cinta kebapakan,  cinta kebapakan merupakan suatu bentuk perhatian dan rasa sayang seorang ayah untuk keluarganya, baik itu istri dan anak anaknya. Sang bapak bertanggung jawab penuh dalam pemenuhan kebutuhan bagi keluarga terutama perlindungan dan kecukupan materi. Dan yang terakhir adalah Cinta kepada Allah, religi merupakan unsur mendasar  setiap manusia, dimana tiap tiap agama memeiliki siapa yang mereka sembah. Cinta kepada Allah merupakan bentuk dari timbal balik dari ketaqwaan seseorang, dapat diimplementasikan dengan menjalankan dan menuruti perintah perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Rasa cinta dalam agam islam memiliki landasan yang telah diwahyukan. Salah satunya terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 165 yang artinya:
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, sangat besar cinta mereka kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”. 
Dari kutipan arti ayat tersebut dapat kita tafsirkan bahwa sebesar apapun cinta yang kita miliki, jangan sampai melebihi besar cinta kita kepada Allah.
Kasih sayang. Kasih sayang merupakan ketertarikan, perasaan suka, perasaan cinta dan perasaan sayang kepada seseorang contohnya. Kasih sayang merupakan tindak lanjut dari cinta, dan akhirnya kasih sayang akan menumbuhkan kebahagiaan. Contohnya adalah kasih sayang orang tua kepada anaknya. Setiap orang tua pasti memberikan nilai nilai moral kepada anaknya, mengenalakan mana yang buruk dan mana yang buruk kepada anaknya. Disini terjadi pendistribusian atau penyaluran nilai nilai dari orang tua yang bertindak aktif sedangkan anak bersikap pasif dan hanya menerima apa yang orang tuanya distribusikan. Ini merupakan proses pendoktrinan, pemberian sugesti sugesti dari orang tua ke anak untuk membentuk suatu kepribadian di dalam anak.
Kemesraan. Kemesraan merupakan hubungan yang sangat intim, dasar dan mendalam antara pria dan wanita. Biasanya ini terjadi pada titik dimana perasaan cinta dan asmara yang sudah sangat menggebu gebu. Kemesraan merupakan akibat tumbuhnya kasih sayang yang sangat mendalam.
Pemujaan. Pemujaan merupakan suatu ritual khusus dimana dilakukan rangkaian khusus dalam penyembahan Tuhannya. Seperti kita yang umat muslim maka kita seyogyanya menjalankan shalat lima waktu setiap hari sepanjang umur kita.
Belas kasihan. Belas kasihan merupakan perasaan cinta atau empati karena melihat seseorang menderita, dengan kata lain belas kasihan merupakan perasaan sayang atas dasar iba. Contohnya seorang lelaki yang masih lajang, kaya, mapan dan masih lajang mau menikahi seorang janda karena lelaki tersebut kasihan melihat janda tersebut kerepotan mengurusi anak-anaknya.
Cinta kasih erotis. Cinta kasih erotis merupakan perbuatan atau sebuah jalinan yang sangat intim yang dilakukan oleh pria dan wanita dimana semuanya atas kemauan berdua, dan tanpa paksaan.
            Dari uraian diatas dapat diketahuai, intinya cinta kasih merupakan suatu ketertarikan manusia dengan manusia, manusia dengan benda atau manusia dengan obyek lainnya yang begitu mendalam sehingga menumbuhkan perasaan suka, sayang, peduli dan memiliki dorongan kuat untuk tetap mempertahankannya. Telah disebutkan bahwa tingkatan cinta yang tertinggi adalah cinta kepada Tuhan. Karena ini merupakan kodrat semua manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan.
Orang tua senantiasa peduli dan penuh mencurahkan perasaan kasih sayangnya kepada anak-anaknya sejak kecil hingga pada batas usia tertentu. Dengan mengetahui kenyataan tersebut, ini akan memunculkan jiwa kewajiban seorang anak untuk membalas jasa orang tuannya.
Cinta akan sesama manusai memunculkan jiwa jiwa manusia yang sosialis senantiasa peduli terhadap sesame dan membuang jauh ego masing masing.
            Opini pribadi, cinta tumbuh dari ketertarikan kemudian rasa suka dan kemudian dari rasa cinta inilah muuncul rasa sayang yang sangat mendalam dan akhirnya menimbulkan keinginan kuat untuk tetap mempertahankannya. Dari beberapa sudut, cinta kasih memerlukan adanya pengorbanan. Contohnya pengorbanan waktu, pengorbanan diri sendiri, pengorbanan materi dan lain sebagainya. Namun mereka yang sudah benar benar merasa suka, cinta dan sayang terhadap sesuatu, beranggapan bahwa hal hal tersebut merupakan suatu investasi untuk menuju goal. Tapi tetap saja yang paling penting adalah cinta kasih pada tingkatan yang paling tinggi, yaitu cinta kepada Allah (Tuhan), karena ini bersifat mutlak dan berlaku umum dimana ini merpuakan kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Jumat, 22 Maret 2013

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan


Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

            Bicara tentang sastra tentu akan bicara pula tentang seni dan kejiwaan. Sastra memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kejiwaan manusia. Dalam mengilhami suatu sastra sesorang memerlukan penghayatan yang mendalam. Begitu pula sang kreator,untuk menghasilkan sebuah masterpiece , diperlukan penjiwaan yang tinggi sehingga pesan pesan yang mereka tanamkan pada karya karyanya, dapat sampai kepada pemirsa.
Suatu sastra yang dihasilkan seseorang, sangat dipengaruhi oleh kejiwaan seseorang tersebut. Sastra tercipta dari emosional emosional si penulis. Pemirsa yang mendalami betul suatu karya, akan larut ikut hanyut kedalam suatu karya yang mereka saksikan atau simak, sehingga mereka mengerti betul apa yang dimaksud penulis, bagaimana perasaan penulis ketika karya itu dibuat, dan apa yang ingin disampaikan penulis melalui karya sastranya.
Sastra merupakan seni. Yaitu merupakan sesuatu yang dititik beratkan pada keindahan, Setiap karya sastra memiliki penikmatnya sendiri sendiri. Baik puisi, dongeng, kidung, epos dan lain lain.
Sastra warisan budaya asli Indonesia cukup banyak. Contohnya mantra mantra, aji aji saat ritual tertentu. Mantra mantra dan aji aji merupakan karya sastra yang berbentuk lisan. Disampaikan terun temurun secara lisan, kalaupun ada sumber tertulisnya, pastilah itu sangat langka dan mungkin sudah hilang dimakan usia.
Mereka mereka yang mengerti betul mantra pun biasnya hanya mendengar dari orang orang dulu yang dianggap sesepuh, atau turun temurun warisan keluarga. Mereka yang meyakininya, konon suatu mantra memiliki daya supranatural tertentu, berhubungan dengan hal hal gaib, klenik dan lain lain.
Contoh lain sastra adalah prosa. Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk bahasa yang sifatnya bebas tidak terikat banyaknya baris, irama, rytme dan lain lain. Contoh prosa antara lain dongeng Malin Kundang, tetralogy lascar pelangai, sang pemimpi dan lain lain.
Contoh sastra yang lain adalah puisi. Puisi merupakan penuangan pikiran si pembuat ke dalam bentuk bahasa bahasa yang imajinatif dan penuh kiasan yang memiliki sifat utuh, kerap kali dibaca dengan penuh ekspresi, penggunaan deklamasi dan intonasi, serta penuh penghayatan, agar filosofi yang terkandung dapat ditangkap pemirsa. Contoh puisi yang cukup terkenal adalah “Aku” yang diciptakan oleh Chairil Anwar.
            Dari beberapa contoh sastra yang disebutkan, semuanya memiliki peminat peminatnya tersendiri. Tiap tiap peminat memiliki ketertarikan tersendiri terhadap bentuk karya sastra yang mereka gemari tersebut. Setiap karya karya sastra tersebut tercipta dari pemikiran imajinatif pengarangnya. Mereka masuk ke dalam fantasi mereka dan kemudian menuangkannya ke dalam tulisan tulisan dengan bahasa yang sesuai karakter karyanya. Namun tidak berlaku bagi “mantra mantra atau aji aji”. Mantra mantra tercipta dari hasil intuisi seseorang. Dalam tingakatan renungan yang tinggi seseorang tersebut seolah olah mendapatkan ilham atau wahyu berupa bisikan bisikan atau kata kata yang benar atau tidaknya masih kerap kali menimbulkan pro dan kontra. Mantra mantra tersebut sering dipakai saat upacara ritual ritual adat tertentu di kalangan tertentu, yang lambat laun mulai terkikis.
            Tanggapan pribadi saya, sastra tetaplah sastra, seni tetaplah seni. Banyak diluar sana yang memperdebatkan karya sastra. Seperti mantra mantra contohnya, menurut saya pribadi mantra mantra itu karya sastra yang benar benar orisinil dan asli terlahir dari kebudayaan bangsa Indonesia tersendiri. Di daerah saya (Cilacap) banyak anak anak kecil yang mengucapkan kalimat kalimat yang sebenarnya adalah peninggalan orang jaman dulu dan mengemasnya dalam Lagu Dolanan (Lagu Mainan). Mereka memang tidak tahu apa itu mantra dan apakah itu memang mantra, tapi ketika melihat mereka bermain bersama dengan sebayannya di tengah lapang, dan kemudian menyanyikan lagu lagu tersebut, menurut saya itu benar luar biasa. Ini budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikanm karya karya sastra yang mencerminkan bangsa Indonesia, asli dan orisinil dari Indonesia seyogyanya tetap dipertahankan.

Jumat, 15 Maret 2013

Prosesi Sedekah Laut Cilacap


Prosesi Sedekah Laut Cilacap

Setiap masyarakat di suatu tempat atau daerah tertentu pasti memiliki kebiasaan kebiasaan adat tertentu.  Terlebih di daerah daerah Indonesia, yang mana Negara Indonesia sendiri merupakan Negara kepulauan, tentunya ini berdampak lebih terhadap aktifitas kebudayaan. Distribusi kebudayaan dari asing, influence budaya asing terhadap budaya asli Indonesia, dan lain lain.
Kebudayaan kebudayaan asli suatu masyarakat tentunya telah terukir dengan sangat mendalam di setiap jiwa para anggota masyarakat tersebut, terlebih ketika suatu kelompok masyarakat tersebut memiliki akses yang kurang intens dan terbatas dengan dunia luar. Namun banyak pula yang kebudayaan kebudayaan asli suatu daerah tetap dipertahankan meski jaman telah berkembang secara pesat baik dalam bidang teknologi, intelektual individu, pola pikir, dan lain lain. Dan masyarakat menganggapnya sudah menjadi tradisi turun menurun. Salah satu contohnya adalah ritual Sedekah Laut atau ada beberapa yang menyebutnya larung sesaji ke laut. Di Cilacap Jawa Tengah contohnya. Acara atau prosesi tersebut dilaksanakan setiap bulan Muharam atau Sura pada hari Jumat Kliwon siang. Kegiatannya adalah menghanyutkan sesaji dan kepala kerbau ke laut untuk persembahan kepada Nayi Roro Kidul  yang mana  Nyai Roro Kidul diyakini masyarakat sekitar sebagai ratu penguasa pantai selatan. Segala penghidupan yang berasal dari laut mereka yakini atas campur tangan Nyai Roro Kidul. Oleh karena itu Nyai Roro Kidul sangat dihormati, persembahan persembahan sesaji itu diharap untuk mendapatkan ridho dan simpati dari Sang Ratu.
Beberapa hari sebelum prosesi dilakukan, biasanya pemerintah sudah memberikan wara wara dalam bentuk baliho atau sepanduk di jalan jalan kota Cilacap, sehubungan dengan waktu dan tempat diadakan, biasanya di pantai Teluk Penyu Cilacap. Pada satu hari sebelumnya, diadakan nyekar atau ziarah yang dilakukan oleh sesepuh atau pemimpin ritual di pulau Majethi dan dilanjutkan dengan pengambilan air suci di pulau tersebut, dimana pulau tersebut merupakan tempat tumbuhnya bunga Wijayakusuma. Malam harinya dilaksanakan tirakatan yang dilakukan oleh beberapa masyarakat dan sesepuh di pendopo kota dan dilanjutkan potong tumpeng, pembuatan sesaji, gunungan yang berbentuk rumah joglo, dan pernak pernik lainnya untuk prosesi larung sesaji besok harinya. Kesokan harinya sesaji, gunungan dan segala perlengakapan ritual lainnya dibawa menuju laut, dna kemudian dilarungkan atau dihanyutkan secara khidmat.
                Dari kegitan tersebut kita dapat mengamati, kegiatan tersebut dilakukan secara mendalam sebagai nilai nilai luhur yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarkat. Kegiatan tersebut merupakan bentuk suatu akulturasi nilai nilai keislaman masyarakat dengan keyakinan animisme-dinamisme dan hindu-budha jaman dulu. Nilai keislaman terdapat pada bacaan bacaan yang dilantunkan, serta shalawat juga kerap kali dilalntunkan, nilai animism-dinamisme dan hindu-budha terdapat pada proses pemakaian sesaji sesaji.
Kegiatan tersebut merupakan prosesi sakral dan mengandung nilai nilai kewajiban bagi kalangan masyarakat. Bila tidak dilangsungkan maka akan mendapat feedback tertentu. Acara tersebut dimulai sekitar tahun 1817 ketika pemerintahan Adipati Cakrawerdaya III, beberapa tahun sempat diberhentikan namun kembali diadakan kembali ketika kepemimpinan Bupati Poedjono sekitar tahun 1982. Dan akhirnya sampai sekarangpun prosesi tersebut rutin diadakan setiap bulan Muharam atau Sura. Sebenarnya prosesi tersebut juga sedikit menimbulkan pro dan kontra, terlebih bagi mereka mereka yang religious. Mereka menganggap prosesi tersebut menjadi sesuatu yang berbau akan syirik, yaitu menduakan Tuhan. Namun para masyarakat yang setia pada prosesi tersebut hanya menganggapnya angina lalu. Sekitar tahun 2011 pernh ada kejadian kapal meledak ketika acara sedekah laut, sedikitnya 17 orang penumpang kapal yang bermaksud menyaksikan menjadi korban. Namun kejadian itu tidak membatalkan prosesi  Ssedekah Laut.
                Saya asli orang Cilacap, menurut saya pribadi, kegiatan atau prosesi tersebut sudah mendarah daging bagi masyrakat kota Cilacap yang bertempat tinggal di sekitar pantai khususnya. Kalau kita bicara tentang keberlangsungan, sampai kapan acara tersebut akan dapat dipertahankan, kita dapat melihat pada latar belakang individual masing masing masyarakatnya dan arus pola pikir masyarakatnya. Dilihat dari latar belakang, kebanyakan penganut prosesi tersebut adalah mereka yang bertempat tinggal di sekitaran pantai, dan sebagian besar masyarakat Cilacap memang bermata pencaharian sebagai nelayan. Dilihat secara pola pikir, masyarakat sekarang tentunya sudah berpikir lebih, intelek, dan kritis. Seperti Bupati Cilacap sendir Tatto S. Pamuji, 100 persen mendukung acara tersebut, tetapi beliau lebih menekankan pada sisi entertainment . Acara yang bersifat sacral dapat dinikmati oleh baik kalangan masyrakat Cilacap sendiri atau orang luar Cilacapa atau bahkan luar negeri menjadi suatu acara yang mengasyikan. Dan ini bias berarti menambah income sendiri bagi kota Cilacap. Selama acara tersebut tidak mengakibatkan suatu hal yang buruk saya kira sah sah saja, terlebih acara seperti ini dapat membuat nama Kota saya sendiri terkenal dengan karakteristik kebudayaannya tersebut.